Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

GERAKAN SEPARATIS YANG TERJADI DI INDONESIA

No description
by

Rani Wahyuningtyas

on 20 November 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of GERAKAN SEPARATIS YANG TERJADI DI INDONESIA

Oleh:
Kevin Ronaldhikza
Nadya Monica
Rahmat Aulia
Rani Wahyuningtyas
Samuel Alexander Gerakan Separatis Yang ada DI Indonesia Pemberontakan APRA (Rahmat Aulia) Pemberontakan PRRI/PERMESTA (Nadya Monica) Latar Belakang Darul Islam atau Tentara Islam indonesia. Pemberontakan Di/TII berpusat di jawa barat yang dipimpin sekarmaji kartosuwiryo. Pemberontakan ini muncul karena sebagai protes DI/TII terhadap perjanjian Renville. Cara Penumpasan: 1. Pendekatan oleh pimpinan Partai Masyumi : Moh. Natsir melalui surat tidak berhasil, bahkan Kartosuwiryo secara resmi membalas surat itu dengan memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia pada tanggal 7 Agustus 19492. Bulan September 1949 untuk kedua kali Moh. Natsir membujuk Kartosuwiryo untuk menghentikan pemberontakan dan kembali ke pangkuan RI, tetapi gagal. Bahkan sejak saat itu rakyat Jawa Barat mulai mengalami teror dari gerombolan DI/TII yang sering melakukan pembunuhan, merampas harta benda rakyat untuk memenuhi kebutuhan logistik pasukan / gerombolan ini.3. Setelah tindakan persuasif tidak berhasil mengembalikan Kartosuwiryo ke pangkuan ibu pertiwi, pemerintah bertindak tegas dengan menggelar Operasi Pagar Betis. Operasi yang dilaksanakan dengan bantuan rakyat Jawa barat ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak gerombolan. Sehingga semakin hari semakin banyak para pengikut Kartosuwiryo yang menyerahkan diri dan kembali ke tengah- tengah masyrakat. Gerombolan DI/TII terdesak di Gunung Geber, Tasikmalaya.4. Akhirnya tanggal 4 Juni 1962, Kartosuwiryo beserta keluarga dan pengikutnya dapat ditangkap hidup-hidup dalam sebuah operasi yang diberi nama sandi Operasi Baratayudha. Dan pada tanggal 16 Agustus Kartosuwiryo dijatuhi hukuman mati. Pokok Permasalahan: Latar Belakang: Pada bulan November 1949, dinas rahasia militer Belanda menerima laporan, bahwa Westerling telah mendirikan organisasi rahasia yang mempunyai pengikut sekitar 500.000 orang. Laporan yang diterima Inspektur Polisi Belanda J.M. Verburgh pada 8 Desember 1949 menyebutkan bahwa nama organisasi bentukan Westerling adalah "Ratu Adil Persatuan Indonesia" (RAPI) dan memiliki satuan bersenjata yang dinamakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA). Pengikutnya kebanyakan adalah mantan anggota KNIL dan yang melakukan desersi dari pasukan khusus KST/RST. Dia juga mendapat bantuan dari temannya orang Tionghoa, Chia Piet Kay, yang dikenalnya sejak berada di kota Medan. Pada 5 Desember malam, sekitar pukul 20.00 Westerling menelepon Letnan Jenderal Buurman van Vreeden, Panglima Tertinggi Tentara Belanda, pengganti Letnan Jenderal Spoor. Westerling menanyakan bagaimana pendapat van Vreeden, apabila setelah penyerahan kedaulatan Westerling berencana melakukan kudeta terhadap Sukarno dan kliknya. Van Vreeden memang telah mendengar berbagai kabar, antara lain ada sekelompok militer yang akan mengganggu jalannya penyerahan kedaulatan. Juga dia telah mendengar mengenai kelompoknya Westerling.Jenderal van Vreeden, sebagai yang harus bertanggung-jawab atas kelancaran "penyerahan kedaulatan" pada 27 Desember 1949, memperingatkan Westerling agar tidak melakukan tindakan tersebut, tapi van Vreeden tidak segera memerintahkan penangkapan Westerling. Cara Penumpasan: Pemerintah Indonesia melancarkan operasi militer pada tanggal 24 Januari 1950.Di Jakarta, diadakan perundingan antara Drs. Moh. Hatta dengan Komisaris Tinggi Belanda. Hasilnya Mayor Engels mendesak Westerling dan pasukan APRA meninggalkan kota Bandung.Melakukan penangkapan terhadap Westerling dan Sultan Hamid II, namun Westerling berhasil melarikan diri.Dampak dari gerakan APRA adalah parlemen Negara Pasundan mendesak agar negara tersebut dibubarkan dan terjadi pada tanggal 27 Januari 1950. PokokPermasalahan Gerakan Andi Aziz (Samuel Alexander) Pemberontakan RMS (Kevin Ronaldhikza) XII IPS 4 Latar Belakang: Pemberontakan PRRI/Permesta didahului dengan pembentukan dewan-dewan di beberapa daerah di Sumatera, antara lain Dewan Banteng di Sumatera Barat oleh Letnan Kolonel Achmad Husein (20 Desember 1956) ; Dewan Gajah di Medan oleh Kolonel Maludin Simbolon (22 Desember 1956) dan Dewan Manguni di Manado oleh Letnan Kolonel Ventje Sumuai (18 Februari 1957). Tanggal 10 1958 didirikan organisasi yang bernama Gerakan Perjuangan Menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang diketuai oleh Letnan Kolonel Achamad Husein. Gerakan Husein ini akhirnya mendirikan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) yang berkedudukan di Bukittinggi dengan Syafruddin Prawiranegara sebagai pejabat presiden. Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) pada hari berikutnya mendukung dan bergabung dengan PRRI sehingga gerakan bersama itu disebut PRRI/Permesta. Permesta yang berpusat di Manado tokohnya adalah Letnan Kolonel Vantje Sumual, Mayor Gerungan, Mayor Runturambi, Letnan Kolonel D.J. Samba, dan Letnan Kolonel Saleh Lahade. Cara Penumpasan Untuk menumpas pemberontakan PRRI/Permesta dilaksanakan operasi gabungan yang terdiri atas unsur-unsur darat, laut, udara, dan kepolisian. Serangkaian operasi yang dilakukan adalah sebagai berikut :•Operasi Tegas dengan sasaran Riau dipimpin oleh Letkol Kaharudin Nasution. Tujuan mengamankan instansi dan berhasil menguasai kota. Pekanbaru pada tanggal 12 Maret 1958.•Operasi 17 Agustus dengan sasaran Sumatera Barat dipimpin oleh Kolonel Ahmad Yani berhasil menguasai kota Padang pada tanggal 17 April 1958 dan menguasai Bukittinggi 21 Mei 1958.•Operasi Saptamarga dengan sasaran Sumatera Utara dipimpin oleh Brigjen Jatikusumo.•Operasi Sadar dengan sasaran Sumatera Selatan dipimpin oleh Letkol Dr. Ibnu Sutowo.Sedangkan untuk menumpas pemberontakan Permesta dilancarkan operasi gabungan dengan nama Merdeka di bawah pimpinan Letkol Rukminto Hendraningrat, yang terdiri dari :•Operasi Saptamarga I dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Tengah, dipimpin oleh Letkol Sumarsono.•Operasi Saptamarga II dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Selatan, dipimpin oleh Letkol Agus Prasmono.•Operasi Saptamarga III dengan sasaran Kepulauan Sebelah Utara Manado, dipimpin oleh Letkol Magenda.•Operasi Saptamarga IV dengan sasaran Sulawesi Utara, dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendraningrat Pokok Permasalahan Latar Belakang: Latar belakang pemberontakan Andi Azis adalah penolakan pemerintah RIS atas tuntutan Andi Azis yang menginginkan agar APRIS dari unsur KNIL di Ujungpandang saja yang bertanggung jawab atas keamanan NIT.Penolakan terhadap kehadiran TNI ke Sulawesi Selatan.Tujuan pemberontakan Andi Aziz adalah mempertahankan keberadaan Negara Indonesia Timur. Cara Penumpasan Pada tanggal 8 April 1950, pemerintah memberi ultimatum agar dalam waktu 4 x 24 jam Andi Azis menyerah. Namun Andi Azis tidak segera melapor.Mengirim pasukan yang dipimpin Mayor Worang untuk menangkap Andi Azis.Pada tanggal 26 April 1950, mengirimkan pasukan di bawah Kolonel A.E. Kawilarang untuk menumpas habis pemberontakan Andi Azis yang dilakukan oleh pasukan KL dan KNIL. Pokok Permasalahan Pada tanggal 5 April 1950, pasukan Andi Azis menduduki obyek-obyek penting seperti lapangan terbang dan kantor Telkom.
Menawan pejabat panglima Tentara dan Teritorium Indonesia Timur, Letkol A.Y.Mokoginta. Pemberontakan DII/TII (Rani Wahyuningtyas) Latar Belakang: Penyebab gerakan RMS adalah ketidakpuasan dengan terjadinya proses kembali ke NKRI. Cara Penumpasan Menggunakan jalan damai dengan mengirimkan utusan dr. Leimena, namun mengalami kegagalan.Menggelar operasi dan ekspedisi militer yaitu Gerakan Operasi Militer yang dipimpin Kolonel Alex Kawilarang.Dalam perebutan Benteng New Victoria, Letkol Slamet Riyadi gugur.Pada tanggal 2 Desember 1963, Dr. Soumokil berhasil ditangkap dan diadili. Pokok Permasalahan Pada tanggal 24 April 1950, Soumokil memproklamasikan berdirinya RMS.Meminta perhatian, dukungan, dan perlindungan dari negaranegara luar seperti Belanda,Amerika Serikat, dan Komisi Perdamaian untuk Indonesia. Pada tanggal 23 Januari 1950, Westerling dan pasukannya merebut tempat - tempat penting yang ada di Bandung. membunuh anggota TNI, dan menduduki markas Siliwangi
Menyerang kabinet RIS dan mengancam akan membunuh beberapa Menteri Negara.
Perwira TNI/AD belum bisa melupakan apa yang telah di lakukan PKI terhadap Negara pada Pemberontakan Madiun 1948
Permesta Menuntut kebijakan ekonomi, yaitu memberikan otonomi kepada daerah yang tidak mendukung PKI. Pada 17 Agustus 1949 Karto Suwiryo memproklamasikan Negara Islam Indonesia dan Mendirikan Tentara Islam Indonesia.
Tokoh DII/TII Amir Fatah merasa bahwa pemerintah Indonesia sudah terpengaruh oleh Belanda dan tidak menghargai perjuangannya
Pada tanggal 21 September 1953 Daud Beureuh mengeluarkan Maklumat bahwa Aceh Ikut dalam NII
Kahar Muzakar Melarikan diri pada saat dilantik menjadi panglima tentara dengan membawa senjata lengkap dan merubah namanya menjadi Tentara Islam Indonesia dan menyatakan ikut DII/TII
Full transcript