Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

KERAJAAN ACEH

No description
by

Aulya Narwienda

on 11 April 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KERAJAAN ACEH

1995
2000
2010
1990
2005
LETAK KERAJAAN ACEH
Kesultanan Aceh Darussalam merupakan sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri di provinsi Aceh, Indonesia. Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Bandar Aceh Darussalam atau dulu sering disebut Kutaraja.
Karena letaknya yang strategis di titik sentral jalur perdagangan internasional di Selat Malaka menjadikan Aceh makin ramai dikunjungi pedangang Islam.

BATAS WILAYAH
Kerajaan Aceh terletak di Pulau Sumatra bagian utara, dekat dengan jalur perdagangan da pelayaran internasional. Wilayahnya terbentang dari daerah Deli sampai semenanjung Malaka.

POTENSI ALAM
Sebenarnya, dalam kehidupan ekonomi, Kerajaan Aceh berkembang dengan pesat pada masa kejayaannya. Dengan menguasai daerah pantai barat dan timur Sumatra, kerajaan Aceh menjadi kerajaan yang kaya akan sumber daya alam, seperti beras, emas, timah dan rempah-rempah
RAJA-RAJA
Dengan masa kejayaan yang sangat lama yakni kurang lebi 389 tahun, maka berdasarkan buku yang dikarang Narrudin Ar-Raniri tahun 1637 mencatat ada 35 raja pernah memimpin kerajaan ini:
1. Sultan Ali Mughayat Syah
2. Sultah Salahuddin
3. Sultan Alaudin Riayat Syah al Kahar
4. Sultan Iskandar Muda
5. Sutan Iskandar Thani
HASIL BUDAYA
Arsitektur:
Tidak banyak peninggalan bangunan zaman Kesultanan yang tersisa di Aceh. Istana Dalam Darud Donya telah terbakar pada masa perang Aceh - Belanda. Kini, bagian inti dari Istana Dalam Darud Donya yang merupakan tempat kediaman Sultan Aceh telah berubah menjadi Kraton Meuligoe yang digunakan sebagai Pedopo Gubernur Aceh
Militer
Pada masa Sultan Selim II dari Turki Utsmani, dikirimkan beberapa teknisi dan pembuat senjata ke Aceh. Selanjutnya Aceh kemudian menyerap kemampuan ini dan mampu memproduksi meriam sendiri dari kuningan.
Kasustraan:
Cerita maupun legenda disusun dalam bentuk hikayat. Hikayat yang terkenal diantaranya adalah Hikayat Malem Dagang yang berceritakan tokoh heroik Malem Dagang dalam settingan penyerbuan Malaka oleh Angkatan Laut Aceh. Ada lagi yang lain yaitu Bhikayat Malem Diwa, hikayat Banta Beuransah, Gajah Tujoh Ulee, Cham Nadiman, hikayat Pocut Muhammad, hikayat Perang Goempeuni, hikayat Habib Hadat, kisah Abdullah Hadat dan hikayat Prang Sabi.

Perekonomian
Aceh banyak memiliki komoditas yang diperdagangkan. Di ibukota juga banyak terdapat pandai emas, tembaga, dan suasa yang mengolah barang mentah menjadi barang jadi. Sedang Pidie merupakan lumbung beras bagi kesultanan. Namun di antara semua yang menjadi komoditas unggulan untuk diekspor adalah lada.
Karya Agama
Para ulama Aceh banyak terlibat dalam karya di bidang keagamaan yang dipakai luas di Asia Tengga. Syaikh Abdurrauf menerbitkan terjemahan dari Tafsir Alqur'an Anwaarut Tanzil wa Asrarut Takwil, karangan Abdullah bin Umar bin Muhammad Syirazi Al Baidlawy ke dalam bahasa jawi.



Meriam dari kuningan
Batu nisan Sultan Iskandar Tsani

KERUNTUHAN KERAJAAN ACEH
Kekalahan Aceh melawan VOC
Persaingan antara bangsawan dan ulama
Persaingan antara penganut faham Syamsudin as Samatrani dengan Nurudin ar-Raniri
Bawahan banyak yang melepaskan diri
KEMUNDURAN KERAJAAN ACEH
Setelah Sultan Iskandar Muda wafat tahun 1636, tidak ada raja-raja besar yang mampu mengendalikan daerah Aceh yang demikian luas. Di bawah Sultan Iskandar Thani (1637-1641 M), kemunduran itu mulai terasa dan terlebih lagi setelah meninggalnya Sultan Iskandar Thani
Timbulnya pertikaian yang terus-menerus di Aceh antara golongan bangsawan (teuku) dengan golongan ulama (teungku) yang mengakibatkan melemahnya Kerajaan Aceh.
Daerah-daerah kekuasaannya banyak yang melepaskan diri seperti Johor, Pahang, Perak, Minangkabau dan Siak.
KERAJAAN ACEH
mata uang Kesultanan Aceh Darussalam
Peta Wilayah Kerajaan Aceh
TRADISI KESULTANAN
Gelar yang terdapat pada Kesultanan Aceh
Teungku
Tuanku
Teuku
Cut
Laksamana
Tiga Sagi Mukim
Ulee baling
Meurah

PESAN MORAL
Tidak adanya kekompakan dalam kerjasama aka memunculkan kekalahan
Full transcript