Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

RETORIKA & KEPROTOKOLERAN

No description
by

asrul al-rasyid

on 3 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of RETORIKA & KEPROTOKOLERAN

RETORIKA & KEPROTOKOLERAN
Asrullah, S.Pd.I
Pengertian Retorika
Retorika adalah berasal dari bahasa Belanda yang ditransfer ke dalam bahasa Inggrisyaitu rethoric yang berati gaya bahasa dan seni berbicara. Retorika juga bisa berarti seni atau kemampuan seseorang untuk mengungkapkan secara lisan dan tertulis dengan maksud orang yang mendengar apa yang disampaikannya juga bisa tertarik dengan apa yang diucapkan.
Bagaimanapun bagusnya ide yang kita miliki kalau tidak dikembangkan, maka ide itu akan tinggal membeku dalam pikiran dan akhirnya hilang ditelan masa. Ide yang bagus harus dikembangkan sehingga dikenal oleh masyarakat secara umum seperti yang tercantum dalam QS. An Nahl:125. begitu juga dalam hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim “ballihgu ‘anni walau aayah”. Sampaikan kebenaran walau hanya satu ayat. Oleh karena sangat diperlukan apa yang dikatakan dengan retorika. Untuk menggugah hati dan pikiran manusia untuk berbuat baik.
Orang yang memiliki ilmu retorika yang mantap akan menjadi bebas menyampaikan perasaannya kepada masyarakat dan tidak langsung menghitamputihkan sesuatu. Sehingga pendengar tidak puas dengan apa yang kita sampaikan kepada mereka.
Langgam atau gaya bahasa

1. Langgam khutbah, yaitu langgam yang dipergunakan oleh khatib dalam menyampaikan kebenaran melalui khutbah yang tidak menimbulkan pertanyaan bagi jamaah. Nadanya harus datar atau naik turun sesuai dengan irama yang ditentukan.

Langgam sentimental, yaitu langgam yang dapat menyentuh/menggugah perasaan orang.

Langgam teatheral, yaitu langgam yang diungkapkan dengan penuh nilai sastra dan lebih banyak diungkapkan melalui gerak tubuh.

Langgam agitasi adalah langgam yang agresif dan membangkitkan semangat juang orang yang mendengarnya.

Langgam argumentative adalah langgam yang dipergunakan untuk menyampaikan ide dalam sebuah forum yang diserta dengan dasar-dasar yang kuat.

Langgam didaktik adalah langgam yang merupakan gabungan dari seluruh rangkaian langgam-langgam di atas yakni nadanya tidak monoton dan harus disesuaikan dengan kondisi forum.

Langgam konservatif yaitu dipergunakan untuk pembiaraan biasa pada lingkungan yang terbatas, tenang dan bebas yang biasa dikenal dengan ajang silaturahim.

Hal-hal yang harus kita perhatikan sebagai seorang pembicara/orator
1. Intonasi bahasa

2. Tumroh atau kebiasaan untuk menyentuh bagian-bagian tubuh kita namun diketahui.

Syarat untuk menjadi pembicara/orator yang baik
- Banyak membaca
- Berani memulai
- Memperbanyak latihan
- Menguasai bahasa audiens dengan baik
- Menguasai ilmu jiwa sosial

- Mempunyai intonasi yang menarik
- Sedikit humor (untuk menyegarkan pendengar)
- Mendukung ideology setempat
- Mempunyai pengalaman yang luas

Hal-hal yang perlu diperhatikan apabila berada dalam forum
- Persiapan mental
- Tidak sering mengulang kata-kata tertentu
- Tidak menggunakan bahasa yang bermakna ganda
- Memperhatikan bahasa tubuh
- Menyelingi pembicaraan dengan humor

- Menguasai sosiologi massa
- Siap menanggung resiko
- Menguasai materi dengan dua metode yakni tertulis dan hafalan/pemahaman
- Niat yang ikhlas

Pengertian Protokoler
Keprotokoleran berasal dari kata “Protokol” yang artinya serangkaian aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sehubungan dengan penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan, atau masyarakat.
Fungsi Protokoler menjadikan suatu upacara/kegiatan berjalan efektif dan efisien dipimpin oleh seorang protokol.
Tujuan Protokoler menjadikan suatu lembaga atau organisasi tertib, teratur dan profesional dalam menjalankan suatu kegiatan (upacara).
Hal-hal yang berkaitan dengan protokoler
1. Undangan tamu
2. Urutan pejabat
3. Ketentuan pakaian
4. Tata ruang, podium dan tempat duduk
5. Susunan acara

6. Pembawa acara
7. Protokol acara
8. Ketika naik mobil
9. Ketika berjalan
10. Iring-iringan kendaraan roda empat
11. Area Parkir

TERIMA KASIH
Full transcript