Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Sistem Koordinasi

No description
by

Fizzilmi Green

on 21 May 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Sistem Koordinasi

Finally Ki -Ka
Anggota Kelompok
Fizzilmi Dhahila Mansyur
Rafiqa Mansur
Desy Pratiwi
A. Nurul Amelia
Eka Hartina Hasan
Muh.Sultan Adam Guru Pembimbing
Drs. Abdul Muis Saad SMAN 1 PAREPARE BIOLOGY KELOMPOK 1 SISTEM KOORDINASI/REGULASI SK/KD : Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu,kelainan dan atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya.

TUJUAN
PEMBELAJARAN : Menjelaskan keterkaitan antara struktur , fungsi dan proses serta Kelainan/penyakit yang terdapat pada sistem Regulasi manusia (saraf, endokrin,pengindraan) l 1996 2008 1992 2002 1997 2007 2012 2017 Menjelaskan struktur sel saraf kaitannya dengan kemampuan menghantarkan rangsang
Menjelaskan susunan sistem saraf manusia dan fungsi masing- masing komponen penyusun sistem saraf
Mendiskripsikan pembagian saraf pada manusia
Mendiskripsikan gerak sadar dan gerak reflek
Memahami pengaruh narkoba pada sistem saraf
Mengidentifikasi kelainan pada sistem saraf pada manusia
Memahami struktur, fungsi dan cara kerja alat indra manusia
Menjelaskan kelainan pada alat indra
Mengidentifikasi struktur dan cara kerja sistem endokrin serta dapat menyebutkan jenis dan fungsi hormon yang dihasilkan
Mengidentifikasi kelainan pada sistem endokrin INDIKATOR SISTEM HORMON SISTEM PENGINDRAAN
Sistem koordinasi/ pengaturan merupakan sistem yang mengatur kerja dari organ-organ tubuh dalam memberi tanggapan/ respon terhadap rangsangan.

SISTEM KOORDINASI







SISTEM SARAF Sistem Syaraf Pusat
(SSP) Sistem Syaraf Tepi
(SST) Neuron sensorik Pengolahan Neuron motorik Efektor Alat Indera PERHATIKAN ILUSTRASI DI BAWAH SISTEM SARAF alat koordinasi untuk mengatur dan mengendalikan kerja alat-alat tubuh

alat komunikasi untuk mengenali perubahan-perubahan yang terjadi di luar tubuh

merupakan pusat kesadaran dan kemauan

4. Mengendalikan fungsi fisiologi organ organ tubuh FUNGSI SISTEM SYARAF Neuron Pasca Sinaps Neuron Pra Sinaps Terminal sinapsis Selubung Myelin Sinapsis Arah Jalannya
impuls Akson Nukleus Badan Sel Dendrit SEL SARAF 1. Badan Sel
Ada inti sel, anak inti, sitoplasma
Penyusun Sel Saraf granuler yg mengandung badan
nissl dan neuro fibril
Protein badan nisll berguna untuk
pertumbuhan neuron, perbaikan
saraf, sumber energi
Dalam sistem saraf pusat, kumpulan
badan sel membentuk nukleus, jika
berkumpulnya bukan disaraf pusat
disebut ganglion 2.Denrit
Uluran pendek yg keluar dari badan sel
Mengandung Nissl dan organel
Tidak ada selubung mielin maupun neurolema
Peranannya menghantarkan impuls ke badan sel 3. Akson
Penghantar impuls menjauhi badan sel
Mengandung neurofibril, tidak mengandung Nissl
Memiliki selubung mielin yang berguna untuk isolator, pemberi nutrisi akson, mempercepat jalan impuls.Mielin dibentuk dari sel schwan
(mielinasi) Terdapat simpul Ranvier Myelinisasi adalah suatu proses pembentukana membran myelin sepanjang axon. Periode myelinisasi terjadi dalam waktu yang panjang, dimulai pada trimester II dan berlanjut hingga usia dewasa. Myelinisasi pada belahan otak merupakan proses yang sangat cepat yang terjadi setelah lahir. Proses myelinisasi dimulai dengan proliferasi oligodendroglia yang akan memanjang sesuai dengan tepi axon. Membran plasma oligodendroglia akan berubah menjadi membran myelin SSP.  Proses myelinisasi terdiri dari 2 fase: pertama proliferasi  ligodendroglia dan diferensiasi, dan kedua terjadi penumpukan myelin sepanjang axon.
MIELINISASI FUNGSI BAGIAN-BAGIAN SEL SARAF 1.BIPOLAR : Memiliki 2 saluran, yaitu denrit dan akson

2.UNI POLAR : Memiliki 1 uluran yg keluar dari badan sel

3.MULTI POLAR : Memiliki satu akson dan beberapa denrit MACAM-MACAM NEURON PERBEDAAN ANTAR NEURON Neuron sensorik : membawa impul rangsang dari reseptor (penerima rangsang/ indera) menuju pusat saraf.

Sel saraf motorik: membawa impuls dari pusat saraf menuju efektor (misal: otot).

Sel saraf konektor (neuron asosiasi): penghubung antara sel saraf sensorik dan sel saraf motorik. Sel saraf konektor terdapat pada pusat saraf. FUNGSI SEL SARAF MACAM-MACAM SEL SARAF Impuls yang menuju pusat saraf berupa rangsangan kimia,panas,dan mekanik.Impuls diterima oleh reseptor kemudian dihantarkan oleh dendrit ke badan sel saraf,selanjutnya malalui akson akan diteruskan ke dendrit neuron yang lain.
Sinapsis merupakan titik pertemuan antara neuron yang satu dengan neuron yang lain.Sinapsis ada dua macam, yaitu SINAPSIS LISTRIK dan SINAPSIS KIMIA.
SINAPSIS LISTRIK
Impuls saraf dapat berlangsung karena adanya loncatan listrik antarneuron yang disebut proses konduksi .Prinsip penghantaran impulsnya sebagai berikut.
Dalam keadaan istirahat,serabu t saraf tidak menghantarkan impuls.Sebelah dalam serabut saraf bermuatan listrik negatif karena kelebihan ion K+ dan anion organik, sedangkan sebelah luar bermuatan positif karena kelebihan kation Na+ ,yang kemudian berdifusi ke dalam sehingga bagian dalam bermuatan negatif. SINAPSIS SINAPSIS b) SINAPSIS KIMIA
Bila impuls telah sampai di ujung akson, ujung akson akan mengeluarkan zat yang disebut Neurohormon atau dikenal dengan Neurotrasmiter .Zat ini bersifat memacu dan menghantarkan impuls ke ujung dendrit neuron berikutnya.Beberapa Neurotransmiter yang dikenal sebagai berikut :
Asetilkolin, merupakan neurotransmiter yang terdapat pada penghubung antara neuron dengan neuron berikutnya,neuron dengan otot serat lintang,dan neuron otot polos usus. Asetilkolin ini terdapat di seluruh sistem saraf.
Dopamin dan Serotonin terdapat di otak.
Neurotransmiter utama pada mamalia adalah asetilkolin atau noradrenalin (norepinefrin). Prinsip penghantaran impulsnya sebagai berikut.
Pada setiap neuron, aksonnya berakhir pada suatu tonjolan kecil yang disebut tombol sinapsis .Permukaan membran tombol sinapsis disebut membran presinapsis yang berfungsi melakukan transmisi rangsangan.Sedang permukaan membran dendrit dari sel yang dituju disebut membran postsinapsis berfungsi sebagai penerima transmisi rangsang.Kedua membran tersebut dipisahkan oleh celah sinapsis. SINAPSIS Pada sitoplasma tombol sinapsis (Gelembung sinapsis) terdapat mitikondria dan vesikula (kantong kecil) yang berisi substansi neurotransmiter yang berupa asetilkolin. Jika impuls tiba di tombol sinapsis, terjadi peningkatan permeabilitas membran presinapsis terhadap ion Ca2+ masuk dan gelembung sinapsis melebur dengan membran presinapsis sambil melepaskan neurontransmiternya ke celah sinapsis. Neurontransmiter ini membawa impuls ke membran postsinapsis. Setelah menyampaikan impuls, neurontransmiter dihidrolisis oleh enzim yang dikeluarkan membran postsinapsis kemudian disimpan di gelembung sinapsis untuk di pergunakan lagi.Enzim tersebut misalnya Asetilkolinestrerase yang dihidrolisis menjadi kolin dan etanoat asetat. SINAPSIS LISTRIK SINAPSIS SINAPSIS KIMIA SINAPSIS . Dalam keadaan tidak ada rangsang, neuron dalam keadaan istirahat.

Saat neuron istirahat, muatan listrik diluar neuron bermuatan positif. Sedangkan muatan listrik di dalam neuron bermuatan negatif (Polarisasi)

Apabila ada rangsangan maka bagian tubuh akan mengenalinya (reseptor) dan kemudian menimbulkan impuls syaraf.
. Impuls syaraf terjadi karena terjadinya perubahan dari keadaan polarisasi menjadi depolarisasi (muatan listrik di luar neuron bermuatan negatif dan muatan listrik di dalam neuron bermuatan positif).




. Proses depolarisasi ini berlangsung cepat dan berjalan sepanjang neuron. Inilah yang dimaksud dengan impuls syaraf.(Impuls bisa mencapai kecepatan 1/1000 detik).

Setelah impuls berlalu, neuron akan kembali ke keadaan semula (polarisasi).

. Saat impuls berjalan sampai di teminal sinapsis, impuls akan dibawa oleh neurotransmiter menuju neuron lainnya. Begitu seterusnya sampai impuls berjalan menuju otak.

Di otak, impuls akan diterjemahkan dan ditanggapi dalam bentuk yang disesuaikan dengan bentuk rangsangannya
TEORI PENGHANTARAN IMPULS PADA
AKSON a. Polarisasi b. Ada Rangsangan c. Depolarisasi Neuroglia ( berasal dari kata ‘nerve glue glue’) yang pertama kali diperkenalkan oleh Rudolf Virchow pada tahun 1854.Neuroglia tersusun atas berbagai macamsel yang secara keseluruhan menyokong, melindungi dan berperan sebagai sumber nutrisi bagi sel saraf (Neuron), baik pada susunan saraf pusat (SSP) maupun pada susunan saraf tepi (SST). Sel-sel glia memegang peranan sangatpenting dalam menunjang aktivitas neuron. Sel ini sangat penting bagi integritas struktur sistem saraf dan bagifungsi normal neuron.
NEUROGLIA Di dalam SSP, ada tiga Neuroglia penting yang berhasil diidentifikasi
yaitu:
1. Oligodendrosit
2. Astrosit
3. Mikroglia
NEUROGLIA Oligodendrosit merupakan sel glia yang
berperan membentuk selaput mielin
dalam SSP.
Astrosit atau Astroglia berfungsi sebagai
“sel pemberi makan makan“ bagi neuron yang
ada di dekatnya.
Mikroglia Berperan dalam penghancuran
patogen dan penghapusan neuron mati.
NEUROGLIA
PEMBAGIAN SISTEM SARAF MANUSIA Sistem saraf pusat adalah bagian yang terpenting dari seluruh sistem saraf dalam tubuh. Sistem saraf pusat adalah bagian yang anatomi tubuh yang sangat lunak, Sehingga secara evolusi, bagian ini dilindungi oleh tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang. Sistem saraf pusat, dibagi menjadi dua bagian yaitu otak/cerebrum (ensenphalon) dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis).
Encephalon (cerebrum, cerebellum, dan brainstem) dan medulla spinalis secara histologi terbagi menjadi dua komponen utama yaitu substansi grisea dan substansi alba.

-  Substansi grisea : Jaringan saraf berisi banyak perikarya atau soma dari neuron, dendrit, glia, pembuluh darah, dan sedikit serabut saraf yang bermyelin. Karakter utama dari substansi grisea ini berwarna kelabu karena adanya badan sel saraf yang relatif besar, nukleus bulat dikelilingi badan Nissl. Substansi grisea pada otak berada di perifer, membentuk cortex cerebrum dan cerebellum. Tetapi pada medulla spinalis berada di sentral berbentuk H.
- Substansi alba: Kontras dengan substansi grisea. Substansi alba berwarna putih, tidak mempunyai perikarya, axon bermyelin secara merata. Terletak pada lapisan dalam otak. Tidak termasuk nuclei dan ganglia. Di otak dalam juga terdapat substansi grisea yang dikelilingi sedikit atau banyak substansi alba, inilah yang disebut nuclei. SISTEM SARAF PUSAT Fungsi Otak :
1.Menerima rangsang sensori dari dalam dan luar tubuh

2.Memroses dan mengatur tanggapan terhadap rangsang

3.Mempertahankan aktivitas yang tidak kita sadari

4.Memprakarsai aktivitas yg kita sadari

5.Penalaran, daya ingat, pengetahuan, dll OTAK Selaput Meninges (meninges kranial) mempunyai susunan sebagai beikut :
Piameter: Lapisan terdalam yang mempunyai bentuk disesuaikan dengan lipatan-lipatan permukaan otak, dan banyak mengandung pembuluh darah.
Arachnoidea mater: disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. Di dalamnya terdapat cairan yang disebut liquor cerebrospinalis; semacam cairan limfa yang mengisi sela sela membran araknoid. Fungsi selaput arachnoidea adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.
Durameter: terdiri dari dua lapisan, yang terluar bersatu dengan tengkorak sebagai endostium, dan lapisan lain sebagai duramater yang mudah dilepaskan dari tulang kepala. Di antara tulang kepala dengan duramater terdapat rongga epidural.
Ruang Subarakhnoid : yaitu ruang yang berisi cairan pelindung yang disebut serebrospinal dan berada di antara arakhnoid dan piameter. OTAK Otak dilindungi oleh tengkorak kepala.Permukaan otak berlipat-lipat. Bagian luar berwarna kelabu karena mengandung banyak sel saraf. Bagian dalam berarna putih karena mengandung banyak dendrit dan akson
Otak terdiri atas Otak besar ( serebrum), Otak tengah (mesensefalon) , Otak depan ( Diensefalon) , Otak kecili ( Serebelum ), dan jembatan varol.
Otak manusia dewasa memiliki berat ± 1,5 kg dan wujudnya dalam keadaan lembek seperti alpukat yang matang. Berkat adanya tulang tengkorak itulah, maka otak dapat terlindung dari benturan yang datang dari luar. Otak manusia itu ibarat komputer, dapat terisi data atau program tertentu dan banyak file yang dapat tersimpan di sana. Apabila Anda ingin mengingat peristiwa yang telah terjadi, maka otak akan menampilkan kembali semacam rekaman atas peristiwa itu. Otak manusia terdiri atas bagian kiri dan kanan. Masing-masing bagian mempunyai tugas tersendiri. Otak kiri mengatur kegiatan bagian kanan tubuh, sebaliknya otak kanan mengatur kegiatan bagian kiri tubuh. Otak dibungkus oleh tiga membran pelindung yang disebut meninges. Di antara dua membran sebelah dalam ada cairan serebrospinal yang berfungsi sebagai bantalan bagi otak terhadap goncangan atau benturan. Otak Besar
Otak besar terletak di bagian paling depan dengan struktur yang menonjol yang disebut dengan serebrum. Bagian ini memiliki dua belahan, yaitu kiri dan kanan. Bagian kiri mengkoordinasikan bagian tubuh sebelah kanan, sedangkan otak bagian kanan mengatur dan mengkoordinasikan bagian tubuh sebelah kiri. Otak besar berfungsi sebagai pusat berpikir (kepandaian), kecerdasan, dan kehendak. Otak besar juga mengendalikan semua kegiatan yang didasari seperti bergerak, mendengar, melihat, berbicara, berpikir, dan lain-lain. Otak besar ini terdiri atas dua lapisan berikut.
(1) Korteks
Korteks merupakan bagian luar dari serebrum. Bagian ini terbuat dari bahan abu-abu, yaitu massa badan sel. Keadaan korteks memiliki permukaan yang berlipat-lipat sehingga dapat memperluas permukaannya.
(2) Lapisan Dalam
Pada lapisan ini terdapat serabut saraf bermielin yang disusun dari bahan putih.

Secara anatomis, otak dibagi menjadi 4 lobus yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda: OTAK BESAR Lobus Frontal
Terlihat dalam mental, emosi dan fungsi fisik, bagian anterior (depan atas) mempunyai peran dalam tingkah laku tidak sadar. Misalnya: kepribadian, tingkah laku social, memberi pendapat dan aktifitas intelektual, bagian sentral posterior (depan belakang) mengatur fungsi motorik.
Lobus Pariental
Menterjemahkan input sensorik, sensasi yang dirasakan pada suatu sisi bagian tubuh yang diterjemahkan melalui lobus pariental bagian lateral, rangsangan yang diterima adalah nyeri, temperature, sentuhan, tekanan, dan proprioseption. Lobus pariental juga menterjemahkan input sensorik stereognasis dan juga berfungsi sebagai pengembangan gambaran diri.

Lobus Occipital
Berfungsi pada daerah visceral (bagian dalam) visual (bagian luar). Misalnya penglihatan, menerima informasi dan menafsirkan warna, juga berperan dalam refleks visual untuk menentukan mata pada sebuah objek yang diam dan bergerak, Seseorang yang mengalami kecelakaan dan mengalami kerusakan pada bagian ini, maka akan mengalami kebutaan. Apabila kita membuka mata dan melihat suatu pemandangan, jumlah radioaktifnya sangat meningkat di daerah penglihatan pada lobus oksipitalis. .

Lobus Temporal
Menerima input dari tiga indera perasa, yaitu: pendengaran, pengecap, dan penciuman dan mempunyai peran dalam proses memori. Pembagian daerah pada otak besar Belahan otak besar Otak tengah disebut juga disensefalon dan terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Otak tengah ini berukuran kecil dan tidak mencolok. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan impuls antara otak depan dengan otak belakang dan otak dengan mata. Di samping itu juga berfungsi menjaga keseimbangan.
Melalui pusat medula oblongata dan otak tengah menuju ke atas merupakan jaringan serabut saraf yang disebut dengan formasi retikuler yang berfungsi dalam mengaktifkan atau membangunkan otak depan. Aksi formasi retikular sangat selektif, artinya formasi retikular ini dapat mengakibatkan kematian.
Otak tengah dan otak belakang bersama-sama membentuk brainstem.
- Otak tengah terlibat dalam tanggapan pendengaran dan visual serta fungsi motorik. OTAK TENGAH OTAK TENGAH Menerima dan memproses informasi sensorik, berpikir, memahami, produksi dan pemahaman bahasa, dan pengendalian fungsi motorik. Ada dua divisi utama dari otak depan
-  Diencephalon : berisi struktur seperti talamus dan hipotalamus yang bertanggung jawab atas fungsi seperti kontrol motorik, menyampaikan informasi sensorik, dan pengendalian fungsi otonom.
-  Telencephalon berisi bagian terbesar dari otak, korteks cerebral. Sebagian besar pemrosesan informasi aktual di otak terjadi  dalam korteks cerebral.
Thalamus adalah sebuah massa avoi dabu-abu yang besar disekitar ventrikel otak. Daerah spesifik dalam thalamus menerima akson dari medulla, batang otak, serebellum, basal ganglia dan bagian variasi dari serebellum. Hubungan ini memberi pengaruh terhadap fungsi motorik dan mempunyai peran dalam respons emosional, terjemahan sensasi-sensasi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Hipothalamus adalah bagian kecil tetapi daerah yang sangat penting dijaringan otak yang letaknya dibawah thalamus yang bertugas mempetahankan beberapa fungsi keseimbangan, pengaturan sejumlah aktifitas yang juga dipengaruhi kelenjar pytuitari dan system saraf otonom (bekerja sendiri). Hipothalamus menerima input dari seluruh bagian tubuh. Pengaruh hypothalamus didalam aktivitas system saraf otonom termasuk pengaturan denyut jantung, tekanan darah, dan temperature tubuh, juga mengatur nafsu makan, mempengaruhi fungsi genital dan aktivitas seksual. OTAK DEPAN Otak kecil (Cerebellum) merupakan bagian terbesar otak belakang. Otak kecil ini terletak di bawa lobus oksipital serebrum. Otak kecil terdiri atas dua belahan dan permukaanya berlekuk-lekuk. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Berfungsi mengatur keseimbangan tubuh dan sebagai pusat koordinasi otot saat bergerak.
Terdiri 2 bagian: kiri dan kanan.
Antara belahan kiri dan kanan terdapat jembatan penghubung yang disebut jembatan varol.
Jembatan varol berfungsi mengahntarkan impuls otot-otot kanan dan kiri tubuh. OTAK KECIL (CEREBLUM) Terdiri dari otak tengah, pons dan medulla obolongata, masing-masing struktur m mempunyai tanggung jawab yang unik. Ketiganya sebagi unit untuk menghantarkan saluran inpuls yang disampaikan ke dan dari saluran serebri dan lajur dibagian otak tengah. Bagian atas dari batang otak mengandung system pons afferent dan efferent yang membawa impuls ke dan dari hemisfer serebri. Pons terletak diantara otak tengah dan medulla oblongata pada serebellum bagian anterior. Bagian ini mengandung serabut saraf yang memberikan komunikasi antara tengkorak atas dan bawah dari susunan saraf pusat dan serebellum. Sepertiga bagian bawah pons mengandung pusat-pusat refleks pernapasan.

Bagian ini tampak seperti ujung bengkak pada tali spinal. Sebenarnya ukurannya kecil tetapi fungsinya sangat besar, karena jika terjadi kerusakan pada bagian medula oblongata ini dapat mengakibatkan kematian. Fungsi medula oblongata, antara lain menstimulasi otot-otot antartulang rusuk dan diafragma sehingga dapat memungkinkan untuk pernapasan; mengkoordinir saraf yang mengatur detak jatung diameter arteriola, tekanan darah, suhu tubuh, gerakan alat-alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan; mengkoordinir gerak refleks, misalnya kedipan mata, bersin, bersendawa, dan muntah. Medula oblongata ini akan diteruskan ke bawah yang disebut sumsum tulang belakang. Bagian sumsum lanjutan yang menghubungkan antara sumsum lanjutan dengan otak disebut vons varolii (jembatan varoli).

Medula oblongata adalah daerah super penting yang mengatur dan mengendalikan proses bernapas, tidur bangun,
jantung, dan peredaran darah. MEDULA OBLONGATA {Sumsum Lanjutan} MEDULA OBLONGATA JEMBATAN VAROL Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.
Sumsum tulang belakang (medula spinalis)
Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor JEMBATAN VAROL { PONS VAROLI } Merupakan jalan atau saluran untuk menghantarkan informasi dari dan ke otak dari perifer (ditepi) seperti kulit. Tempat jalannya refleks medulla spinalis berisi badan putih yang mengandung serabut-serabut myelin (akson) yang menghantarkan informasi asenden dan desenden. Badan kelabu yang terisi badan sel berikut prosesnya terjadi dalam menstimulus (rangsang) masuk ke stimulus medulla spinalis yang berintegrasi dalam badan kelabu. Respon dapat terjadi secara/ditransmisikan ke atas asenden. Semua kegiatan motorik disalurkan melalui medullan spinalis dan akson perifer.

Terletak memanjang dalam rongga tulang belakang mulai ruas-ruas tulang leher sampai ruas kedua tulang pinggang.
Dibungkus selaput meninges.
Bagian luar:
berwarna putih (substansi alba), banyak mengadung akson yang dilindungi mielin.
Berfungsi mengahntarkan impuls ke otak, dari otak ke efektor. MEDULA SPINALIS ( Sumsum Tulang Lanjutan) Bagian dalam:
berwarna kelabu (substansi grissea), banyak mengandung srabut saraf yang tidak dilindungi mielin.
Dibedakan dua, yaitu:
Akar dorsal atau akar posterior, mengandung neuron sensorik.
Akar ventral atau akar anterior, mengandung neuron motorik.
Mengandung neuron sensorik, neuron motorik, neuron penghubung.
Berfungsi:
Penghantar impls dari otak dan ke otak
Pusat pengatur gerak reflek. MEDULA SPINALIS SISTEM SARAF TEPI Susunan saraf tepi terdiri atas serabut saraf otak dan serabut saraf sumsum tulang belakang (spinal). Serabut saraf sumsum dari otak, keluar dari otak sedangkan serabut saraf sumsum tulang belakang keluar dari sela-sela ruas tulang belakang. Tiap pasang serabut saraf otak akan menuju ke alat tubuh atau otot, misalnya ke hidung, mata, telinga, dan sebagainya. Sistem saraf tepi terdiri atas serabut saraf sensorik dan motorik yang membawa impuls saraf menuju ke dan dari sistem saraf pusat.
Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang membawa pesan dari dan ke sistem saraf pusat.
Kerjasama antara sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi membentuk perubahan cepat dalam tubuh untuk merespon rangsangan dari lingkungan.
Sistem saraf ini dibedakan menjadi sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.

Susunan saraf yang membentuk sistem saraf tepi dilihat dari fungsinya :
a) Sistem aferen : yaitu lanjutan saraf yang membawa impuls saraf dari reseptor ke susunan sraf pusat
b) Sistem eferen : yaitu lanjutan saraf yang membawa impuls saraf dari reseptor ke susunan saraf pusat Sistem saraf otonom Sistem saraf somatis Sistem saraf tepi Macam-macam sistem saraf tepi Sistem saraf somatis disebut juga dengan sistem saraf sadar.
Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit, sistem saraf pusat, dan otot-otot rangka. Proses ini dipengaruhi saraf sadar, berarti kita dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini.
Sistem saraf somatis terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang. SISTEM SARAF SOMATIS 31 pasang saraf sumsum tulang belakang 12 pasang saraf kranial Sistem saraf somatis Saraf kranial adalah simpul-simpul saraf yang berada di kepala (cranium = kepala). Saraf kranial terdiri dari 12 simpul saraf yang berperan vital dalam menggerakkan otot-otot yang ada dibagian kepala, seperti otot mata, pipi (face), lidah, gerakan mengunyah, berkedip, mendenger dan lain-lain.
Dari kedua belas saraf otak tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu:
saraf sensorik : Saraf olfaktori, saraf optik, dan saraf auditori
saraf motorik : Saraf okulomotori, troklear, abdusen, spinal, hipoglosal.
saraf gabungan sensorik dan motorik : Saraf trigeminal, fasial, glossofaringeal, dan vagus.
Ada saraf yang memiliki jangkauan fungsi sangat luas yaitu saraf nomor X (saraf vagus), sehingga disebut saraf pengembara. Sifat kerja saraf vagus seperti saraf parasimpatik SARAF KRANIAL Terdapat 12 pasang syaraf cranial yaitu:

a.       SK I (olfactorius) Adalah saraf sensorik
Fungsi : penciuman , Sensori Menerima rangsang dari hidung dan menghantarkannya ke otak untuk diproses sebagai sensasi bau II
Mekanisme : Sistem olfaktorius dimulai dengan sisi yang menerima rangsangan olfaktorius Saraf ini merupakan saraf sensorik murni yang serabut-serabutnya berasal dari membran mukosa hidung dan menembus area kribriformis dari tulang etmoidal untuk bersinaps di bulbus olfaktorius, dari sini, traktus olfaktorius berjalan dibawah lobus frontal dan berakhir di lobus temporal bagian medial sisi yang sama.

b.      SK II (Opticus) Adalah saraf sensorik
Fungsi : Penglihatan, input refleks fokusing dan konstriksi pupil di limbic, Sensori Menerima rangsang dari mata dan menghantarkannya ke otak untuk diproses sebagai persepsi visual III
Mekanisme : Saraf Optikus merupakan saraf sensorik murni yang dimulai di retina. Serabut-serabut saraf ini, ini melewati foramen optikum di dekat arteri optalmika dan bergabung dengan saraf dari sisi lainnya pada dasar otak untuk membentuk kiasma optikum, Serabut-serabut dari lapangan visual temporal (separuh bagian nasal retina) menyilang kiasma, sedangkan yang berasal dari lapangan visual nasal tidak menyilang. Serabut-serabut untuk indeks cahaya yang berasal dari kiasma optikum berakhir di kolikulus superior, dimana terjadi hubungan dengan kedua nuklei saraf okulomotorius. Sisa serabut yang meninggalkan kiasma berhubungan dengan penglihatan dan berjalan di dalam traktus optikus menuju korpus genikulatum lateralis. Dari sini serabut-serabut yang berasal dari radiasio optika melewati bagian posterior kapsula interna dan berakhir di korteks visual lobus oksipital.
Dalam perjalanannya serabut-serabut tersebut memisahkan diri sehingga serabut-serabut untuk kuadran bawah melalui lobus parietal sedangkan untuk kuadaran atas melalui lobus temporal. Akibat dari dekusasio serabut-serabut tersebut pada kiasma optikum serabut-serabut yang berasal dari lapangan penglihatan kiri berakhir di lobus oksipital kanan dan sebaliknya. c.       SK III (Okulomotorius) Adalah saraf motorik
Fungsi : Pergerakan bola mata elevasi alis, konstriksi pupil dan memfokuskan lensa, Saraf ini mengontrol sebagian besar gerakan mata, konstriksi pupil, dan mempertahankan terbukanya kelopak mata (saraf kranial IV dan VI juga membantu pengontrolan gerakan mata.)
d.      SK IV (Trochlearis) Adalah saraf motorik
Fungsi: Pergerakan bola mata ke bawah
e.       SK V (Trigeminus) Adalah saraf motorik dan saraf sensorik
Fungsi :
1)      oV1(Syaraf optalmik) adalah saraf sensorik
fungsi : input dari kornea, rongga hidung bagian atas, kulit kepala bagian frontal, dahi, bagian atas alis, konjungtiva kelenjar air mata
2)      oV2 (Syaraf maksilari) adalah saraf sensorik
fungsi :  input dari dagu, bibir atas, gigi atas, mukosa rongga hidung, palatum, faring
3)      oV3 (Syaraf Mandibular)adalah saraf motorik dan sensorik
fungsi :
a)      sensorik : input dari lidah (bukan pengecapan), gigi bawah, kulit di bawah dagu
b)      motorik : mengunyah f.       SK VI (Abdusen) Adalah saraf motorik
Fungsi : Pergerakan mata ke lateral
g.      SK VII (Fasialis) Adalah saraf motorik dan sensorik
1)      Fungsi :
a)         Sensorik: Menerima rangsang dari bagian anterior lidah untuk diproses di otak sebagai sensasi rasa
b)         Motorik: Mengendalikan otot wajah untuk menciptakan ekspresi wajah
2)      Mekanisme :
Saraf fasialis mempunyai fungsi motorik dan fungsi sensorik fungsi motorik berasal dari Nukleus motorik yang terletak pada bagian ventrolateral dari tegmentum pontin bawah dekat medula oblongata. Fungsi sensorik berasal dari Nukleus sensorik yang muncul bersama nukleus motorik dan saraf vestibulokoklearis yang berjalan ke lateral ke dalam kanalis akustikus interna.Serabut motorik saraf fasialis mempersarafi otot-otot ekspresi wajah terdiri dari otot orbikularis okuli, otot buksinator, otot oksipital, otot frontal, otot stapedius, otot stilohioideus, otot digastriktus posterior serta otot platisma. Serabut sensorik menghantar persepsi pengecapan bagian anterior lidah. h.      SK VIII(Vestibulocochlearis): Adalah saraf sensorik
1)      Fungsi : Vestibular untuk keseimbangan, cochlearis untuk pendengaran
2)      Mekanisme :
Saraf vestibulokoklearis terdiri dari dua komponen yaitu serabut-serabut aferen yang mengurusi pendengaran dan vestibuler yang mengandung serabut-serabut aferen yang mengurusi keseimbangan. Serabut-serabut untuk pendengaran berasal dari organ corti dan berjalan menuju inti koklea di pons, dari sini terdapat transmisi bilateral ke korpus genikulatum medial dan kemudian menuju girus superior lobus temporalis. Serabut-serabut untuk keseimbangan mulai dari utrikulus dan kanalis semisirkularis dan bergabung dengan serabut-serabut auditorik di dalam kanalis fasialis. Serabut-serabut ini kemudian memasuki pons, serabut vestibutor berjalan menyebar melewati batang dan serebelum.


i.        SK IX(Glossofaringeus) Adalah saraf motorik dan sensorik,
1)      Fungsi :
a)      Motoris : membantu menelan
b)      Sensoris : Menerima rangsang dari bagian posterior lidah untuk diproses di otak sebagai sensasi rasa
2)      Mekanisme :
Saraf Glosofaringeus menerima gabungan dari saraf vagus dan asesorius pada waktu meninggalkan kranium melalui foramen tersebut, saraf glosofaringeus mempunyai dua ganglion, yaitu ganglion intrakranialis superior dan ekstrakranialis inferior. Setelah melewati foramen, saraf berlanjut antara arteri karotis interna dan vena jugularis interna ke otot stilofaringeus. Di antara otot ini dan otot stiloglosal, saraf berlanjut ke basis lidah dan mempersarafi mukosa faring, tonsil dan sepertiga posterior lidah. j.        SK X (vagus) Adalah saraf motorik dan sensorik
1)      Fungsi :
Sensori: Menerima rangsang dari organ dalam
Motorik: Mengendalikan organ-organ dalam XI
2)      Mekanisme :
Nervus vagus meninggalkan anterolateral bagian atas medula oblongata sebagai rangkaian dalam jalur oliva dan pedunculus serebelaris inferior. Serabut saraf meninggalkan tengkorak melalui foramen jugulare. Nervus vagus memiliki dua ganglia sensorik, yaitu ganglia superior dan ganglio inferior. Nervus vagus kanan dan kiri  akan masuk rongaa toraks dan berjalan di posterior radix paru kanan untuk ikut membentuk plexus pulmonalis. Selanjutnya, nervus fagus berjalan ke permukaan posterior esofagus dan ikut membentuk plexus esogafus. Nervus fagus kanan kemudian akan didistrubusikan ke permukaan posterior gaster melalui cabang celiaca yang besar ke duodenum, hepar, ginjal, dan usus halus serta usus besar sampai sepertiga kolon transversum.

k.      SK XI(Aksesorius) Adalah saraf motorik
1)      Fungsi :
Motorik: Mengendalikan pergerakan kepal
2)      Saraf aksesoris adalah saraf motorik yang mempersarafi otot sternokleidomastoideus dan bagian atas otot trapezius, otot sternokleidomastoideus berfungsi memutar kepala ke samping dan otot trapezius memutar skapula bila lengan diangkat ke atas.
3)      Mekanisme :
Nervus asesoris merupakan saraf motorik yang dibentuk oleh gabungan radix cranialis dan radix spinalis. Radix spinalis berasal dari C1-C5 dan masuk ke dalam tengkorak melalui foramen magnum, bersatu dengan saraf kranial membentuk nervus asesoris. Nervus asesoris ini kemudian keluar dari tengkorak melalui foramen jugulare dan kembali terpisah, saraf spinalnya akan menuju otot sternocleidomastoid dan trapezius di leher yang berfungsi untuk menggerakkan leher dan kepala, sedangkan saraf kranialnya akan bersatu dengan vagus melakukan fungsi motorik brakial di faring, laring, dan palate.

l.        SK XII(Hipoglosus) Adalah saraf motorik
Fungsi : Pergerakan lidah saat bicara, mengunyah. Sistem saraf spinal (tulang belakang) berasal dari arah dorsal, sehingga sifatnya sensorik. Berdasarkan asalnya, saraf sumsum tulang belakang yang berjumlah 31 dibedakan menjadi:
a)      8 pasang saraf leher (saraf cervical)
b)      12 pasang saraf punggung (saraf thorax)
c)      5 pasang saraf pinggang (saraf lumbar)
d)     5 pasang saraf pinggul (saraf sacral)
e)      1 pasang saraf ekor (saraf coccyigeal). Saraf spinal (sumsum tulang belakang) Sistem saraf otonom Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita.
Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung.
Sistem saraf otonom berfungsi untuk mempertahankan keadaan tubuh dalam kondisi terkontrol tanpa pengendalian secara sadar. Sistem saraf otonom bekerja secara otomatis tanpa perintah dari sistem saraf sadar. Sistem saraf otonom juga disebut sistem saraf tak sadar, karena bekerja diluar kesadaran.
Struktur jaringan yang dikontrol oleh sistem saraf otonom yaitu otot jantung, pembuluh darah, iris mata, organ thorakalis, abdominalis, dan kelenjar tubuh. Secara umu, sistem saraf otonom dibagi menjadi dua bagian, yaitu sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis. Sistem saraf para simpatik Sistem saraf simpatik Sistem saraf otonom Sistem saraf simpatik disebut juga sistem saraf torakolumbar, karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang.

Saraf ini terletak di depan ruas tulang belakang. Fungsi saraf ini terutama untuk memacu kerja organ tubuh, walaupun ada beberapa yang malah menghambat kerja organ tubuh. Fungsi memacu, antara lain mempercepat detak jantung, memperbesar pupil mata, memperbesar bronkus. Adapun fungsi yang menghambat, antara lain memperlambat kerja alat pencernaan, menghambat ereksi, dan menghambat kontraksi kantung seni. Sistem saraf simpatik Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral, karena saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral. Susunan saraf parasimpatik berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Urat sarafnya menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik.

Saraf ini memiliki fungsi kerja yang berlawanan jika dibandingkan dengan saraf simpatik. Saraf parasimpatik memiliki fungsi, antara lain menghambat detak jantung, memperkecil pupil mata, memperkecil bronkus, mempercepat kerja alat pencernaan, merangsang ereksi, dan mepercepat kontraksi kantung seni. Karena cara kerja kedua saraf itu berlawanan, maka mengakibatkan keadaan yang normal. Sistem saraf parasimpatik GERAK TAK SADAR /REFLEKS GERAK BIASA /SADAR GERAK Gerak sadar adalah gerakan yang terjadi karena proses yang disadari. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Skema gerak sadar adalah sebagai berikut: GERAK SADAR GERAK SADAR Pernahkah kaki Anda tanpa sengaja menginjak duri atau benda tajam lainnya? Apa yang terjadi seketika itu? Pasti Anda akan dengan cepat menarik kaki, mungkin dibantu dengan gerakan tangan, dan sambil berteriak secara spontan. Gerakan yang Anda lakukan tersebut merupakan contoh gerak refleks. Gerak refleks merupakan gerakan yang tidak kita sadari. Proses gerak ini lebih cepat daripada gerak sadar. Gerak refleks ini sebenarnya merupakan mekanisme dalam rangka mengelak dari suatu rangsang yang berbahaya, seperti contoh di atas. Refleks di atas merupakan refleks penarikan. Aksiaksi yang terjadi pada peristiwa itu, antara lain:
1. Rangsang dari luar diterima oleh reseptor;
2. Impuls-impuls saraf neuron sensorik pada reseptor tersebut dilanjutkan ke sistem saraf pusat, yaitu sumsum tulang belakang;
3. Di sumsum tulang belakang ini impuls dilanjutkan oleh interneuron dari neuron sensorik ke neuron motorik;
4. Dari neuron, motorik impuls dilanjutkan ke efektor kemudian efektor dirangsang untuk berkontraksi, akibatnya terjadi gerakan secara spontan dengan menarik kaki sambil berteriak. GERAK REFLEK Gerak refleks merupakan gerakan yang terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan.
Rangkaian (jalur) saraf yang terlibat dalam aktivitas refleks disebut lengkung refleks, yaitu terdiri dari 5 komponen dasar: (1) reseptor, (2) jalur aferen sensorik, (3) pusat pengintegrasi, (4) jalur aferen motorik, (5) efektor. Respon merespon stimulus yang merupakan suatu perubahan atau kimia dalam lingkungan reseptor. Dalam merespon stimulus, reseptor mengubah energi stimulus menjadi energi bioelektrik disebut potensial reseptor yang berbentuk potensial bertingkat. Potensial reseptor ini akan dirambatkan ke pusat pengintegrasi refleks-refleks dasar, sedangkan bagian otak yang lebih tinggi memproses refleks yang dipelajari. Pusat pengintegrasian memproses semua informasi yang dapat diperoleh dari reseptor tersebut termasuk semua informasi dari input lain, kemudian membuat suatu keputusan tentan respon yang sesuai. Instruksi dari pusat pengintegrasi diteruskan melalui lintasan eferen ke efektor (suatu otot atau kelenjar) yang melaksanakan respon yang diinginkan. Berikut adalah macam-macam gerak refleks berdasarkan pengklasifikasiannya, antara lain: GERAK REFLEK a.    Gerak Refleks Berdasarkan Prosesnya (dipelajari/tidak dipelajari).
Terdapat dua tipe refleks menurut prosesnya, yaitu:
Refleks sederhana atau refleks dasar: refleks yang menyatu tanpa dipelajari, seperti mengedipkan mata pada saat ada benda yang menuju ke arahnya.
Refleks yang dipelajari atau dikondisikan: refleks yang dihasilkan dari berbuat dan belajar, seperti membelokkan mobil kalau mau menabrak benda. Kita mengerjakan hal tersebut secara otomatis, tetapi hanya setelah banyak berlatih secara sadar.

b.    Gerak Refleks Berdasarkan Pusat Pengintegrasinya.
Terdapat dua tipe refleks menurut pusat pengintegrasinya, yaitu:
Refleks Kranial: refleks yang diintegrasikan oleh otak. Semua komponen yang diperlukan untuk menyambung input aferen ke respon aferen pada otak. Contoh: refleks mengedipkan mata.
Refleks Spinal: refleks yang diintegrasikan oleh sumsum tulang belakang, semua komponen yang diperlukan untuk menyambung input aferen ke respon aferen berada dalam sumsum tulang belakang. c.    Gerak Refleks Berdasarkan Jumlah sinaps dalam lengkung refleksnya.
Terdapat dua tipe refleks menurut jumlah sinapsnya, yaitu:
Refleks Monoseptik: refleks yang melibatkan satu sinaps. Contoh: refleks regangan pada patela yang melibatkan satu sinaps, yaitu antara neuron aferen yang berasal dari reseptor regangan dalam otot kerangka, yang bersinapsis dengan neuron eferen untuk otot rangka yang sama. Contoh salah satu gerak refleks monosinaptik adalah ketika kaki kita meregang.
Refleks Polisinaptik: refleks yang melibatkan banyak sinaps. Contoh: refleks menarik tangan ketika terkena api.
MEKANISME GERAK REFLEK Mekanisme Gerak Refleks Monosinaptik dapat diskemakan sebagai berikut: Gerak Refleks Monoseptik Neuron penghubung 4 Neuron Penghubung Neuron Motorik Neuron Sensorik Sumsum Tulang
Belakang 1 2 3 Neuron sensorik
membawa impuls menuju
sumsum tulang belakang. 5 Neuron motorik lalu
merangsang otot paha
untuk berkontraksi meng-
Angkat kaki. Di sumsum tulang belakang impuls
diteruskan ke neuron motorik atau melalui neuron
penghubung untuk ditanggapi Gerak refleks
adalah gerak
cepat yang
tidak disadari. Neuron mendeteksi
rangsangan pada
dengkul. Mekanisme Gerak Refleks Polisinaptik dapat diskemakan sebagai berikut: Gerak Refleks Polisinaptik
1. ALKOHOL
menyebabkan adiksi fisiologis, yaitu
kecanduan

2. Golongan OBAT SEDATIF
Obat yang berefek sebagai penenang.
(valium, barbiturat)

3. Golongan STIMULAN
Obat yang berefek pada meningkatkan kerja
otak sehingga memberi efek tidak kantuk,
tubuh selalu prima
Penekan rasa sakit

4. Golongan HALUSINOGEN
Memberi efek halusinasi (daya khayal), misal
ganja, ekstasi, sabu, atropin, scopelamin

5. Golongan Penahan Rasa Nyeri
Menekan rasa nyeri, opium, morfin, kokain
PENGARUH OBAT-OBATAN DAN
NARKOBA TERHADAP SISTEM SARAF 1.Hilangnya koordinasi tubuh karena
kekurangan dopamin, yg merupakan
neurotransmiter
2.Hilangnya kendali otot gerak
3.Denyut jantung lemah
4.Kerusakan alat respirasi
5.Terganggunya sistem sirkulasi
6.Hilangnya nafsu makan
7.Serosis Hati
EFEK NEGATIF OBAT-OBATAN
TERLARANG DAN NARKOTIKA KELAINAN-KELAINAN SISTEM SARAF 1. Penyakit Parkinson
Penyakit parkinson biasanya menyerang orang yang berusia 40 tahun ke atas. Penyakit ini disebabkan karena berkurangnya neurotransmitter dopanmin pada basal ganglia. Gejala penyakit ini, yaitu gemetar pada tangan, kaku otot, sehingga sulit bergerak.
Kerusakan yang terjadi pada kumpulan sel-sel saraf di bagian bawah otak besar akan menyebabkan gerakan-gerakan yang tidak perlu pada bagian-bagian anggota tubuh. Misalnya, otot-otot pada lengan yang kadang-kadang kontraksi dan relaksasi sehingga tangan menjadi bergetar atau tremor. Kerusakan itu juga dapat menyebabkan kontraksi yang berkelanjutan pada otot bagian tubuh yang lain, misalnya pada otot wajah, yang menyebabkan wajah menjadi kaku, sehingga kelihatan seperti topeng. Keadaan seperti inilah yang disebut penyakit Parkinson.
Penyakit Parkinson tidak menyerang batang otak, sehingga penglihatan, pendengaran, dan kecerdasan penderita tidak terganggu. KELAINAN-KELAINAN SISTEM SARAF 4. Meningitis
Meningitis merupakan peradangan selaput pembungkus otak yaitu meninges. Meningitis disebabkan oleh virus, sehingga dapat menular. SISTEM PENGINDRAAN Manusia dapat berinteraksi dengan lingkungan atau berinteraksi dengan sesama manusia karena adanya alat indra. Manusia memiliki panca indra yang tersiri atas indra penglihat, indra pendengar, indra peraba, indra pembau, dan indra pengecap.Apabila indra diberi Impuls maka akan memberikan tanggapan sehingga kita dapat melihat dengan mata, mendengar dengan telinga, membaui dengan hidung, merasakan sentuhan, dan menikmati berbagai rasa makanan.
Indra adalah alat tubuh yang dapat mengindra atau menangkap rangsang karena memiliki ujung saraf sensorik tertentu. Penerima rangsang pada Indra sangat spesifik terhadap macamnya rangsang.
Penerima rangsang tersebut antara lain :
Eksteroreseptor ( penerima rangsang dari luar tubuh)
Interoreseptor ( penerima rangsang dari dalam tubuh )
Proprioreseptor ( penerima rangsang yang berada di dalam otot )
Indra manusia mempunyai reseptor khusus untuk menangkap atau menerima rangsang. Indra manusia adalah mata ( penglihat), telinga ( pendengar), kulit ( peraba ),hidung ( pembau) dan lidah ( pengecap).Kelima indra tersebut disebut panca indra. Indra manusia disebut juga kinestesis yang merupakakn proprioreseptor.Indrab menusia membantu pengaturan sikap tubuh dan perasaan tertentu. Sebagai alat komunikasi dengan lingkungan, sehingga orang dapat memberikan persepsi terhadap keadaan lingkungan.
ex : pemandangan yang indah, suara yang merdu, tubuhnya miring, kain yang halus, makanan yang enak, dan lain-lain Sebagai alat proteksi tubuh dari rangsangan yang merusak.
ex : panas yang membakar, dingin yang membekukan, sakit, sinar yang terang,
dan sebagainya sehingga kerusakan tubuh dapat dihindari.
FUNGSI INDRA 1. Tidak ada gangguan pada alat penerima rangsang
2. Tidak ada gangguan pada sistem saraf
3. Tidak ada gangguan pada pusat saraf di otak
PANCA INDRA BEKERJA
BAIK JIKA : Mata mempunyai struktur yang sangat kompleks. Terdiri atas bola mata yang terletak di dalam lekuk mata. di dalam lekuk mata juga terdapat saraf penglihatan dan alat tambahan. Bola mata berbentuk bulat, hanya bidang depannya meyimpang dari bentuk bola sempurna karena selaput bening lebih menonjol ke depan.
Mata memiliki reseptor yang peka terhadap cahaya yang disebut fotoreseptor. MATA
ANATOMI MATA 1. Sklera : melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata
2. Konjungtiva : membatasi bagian dalam kelopak mata dg bagian dalam sklera
3. Kornea : untuk membiaskan cahaya guna membantu memfokuskan cahaya ke retina
4. Koroid : berfungsi memberi nutrisi pada retina, mencegah pemantulan cahaya dibagian dalam bola mata
retina
5. Badan siliaris : mengatur cembung pipihnya lensa untuk menyesuaikan pemusatan cahaya
6. Retina : mendeteksi ada tidaknya cahaya. Mengandung sel fotoreseptor serta sel saraf. KETERANGAN KETERANGAN 7. Fovea/pusat mata : tersusun atas sel kerucut, tempat difokuskannya cahaya
8. Bintik buta : tempat serabut saraf bertemu membentuk saraf optik,tidak mengandung sel batang dan sel kerucut
9. Iris : tersusun atas otot radial dansirkuler, memberi warna pada mata, bagian depan membentuk pupil mata
10. Pupil : Berperan sebagai diafragma dalam mengatur banyak sedikitnya cahaya yg masuk ke mata.
11. Lensa Mata: berfungsi untuk mengatur fokus cahaya dalam
membentuk bayangan benda yang dilihat. Di depan lensa mengandung aqueous humour dan dibelakang
lensa mengandung vitreous humour Rongga Posterior : daerah di belakang lensa,diisi oleh gel bening,humor bening ( vitrous humor).Humor bening,yantg dihasilkan selama perkembangan embrio dan tidak pernah diperbarui,menahan lensa dan retina di tempatnya dan mempertahankan bentuk mata. Rongga Depan: daerah di depan lensa,dipisahkan lagi oleh iris dan jasad bersilia menjadi bilik depan dan bilik belakang.Kapiler pada jasad bersilia menghasiolkan cairan bening,humor berair yang mengalir ke bilik belakang,melewati pupil,dan menuju bilik depan.Humor berair kemudian mengalir ke vena lewat saluran (sinus vena skelara atau saluran Schlemm) yang mengelilingi mata di mana kornea dan sklera bersatu.Humor berair secara terus-menerus diperbarui,menyedikan tekanan untuk mempertahankan bentuk bagian depan,dan memasok oksigen dan nutrien lainnya ke lensa avaskular dan kornea. Lensa membagi bagian dalam bola mata menjadi dua bagian KETERANGAN 13. SARAF OPTIK : Membawa rangsang dari retina ke otak
14. OTOT MATA :
Menggerakkan bola mata
i. M. rektus medialis = menarik bola mata ke dalam
ii. M. rektus lateralis = menarik bola mata ke samping
iii. M. rektus superior = menarik bola mata ke atas
iv. M. rektus inferior = menarik bola mata ke bawah
v. M. obligus inferior = memutar ke samping atas
vi. M. obligus superior = memutar ke samping dalam. OTOT BOLA MATA Mekanisme Kerja Indra Penglihat sebagai berikut :
Cahaya berturut-turut masuk pada kornea mata, aqueoos humor, pupil, lensa, Vitreous humor, dan retina.
Oleh lensa mata,cahaya dibiaskan dan diatur sehingga jatuh tepat pada bintik kuning. Caranya dengan mencembung dan memipihkan lensa mata.
Pada siang hari atau di tyempat yang terang, cahaya yang kuat jatuh kuat pada bintik kuning di daerah retina. Cahaya tersebut akan merangsang pigmen iodopsin pada sel konus yang peka terhadap warna.Pigmen iodopsin berperan dalam penglihatan pada siantg hari.
Pada malam hari atau di tempat yang agak gelap, cahaya lemah tidak berpengaruh pada pigmen iodopsin, sementara itu pigmen rodopsin tidak memudar sehingga objek benda masih dapat terlihat.
Reseptor dalam retina meneruskan impuls cahaya ke saraf optik dalam susunan saraf kranial.
PERJALANAN CAHAYA SAMPAI KE RETINA
KEMAMPUAN LENSA MATA MEMFOKUSKAN BAYANGAN Mata dapat melihat benda dengan jelas, karena bentuk lensa mata dapat berubah-ubah yaitu mencembung dan memipih.Kemampuan lensa mata untuk mencembung dan memipih disebut daya akomodasi.Jika benda berada di dekat mata,lensa mata mata mencembung. Sebaliknya, jika benda berada jauh dari mata, lensa mata memipih.Lensa mata mencembung dan memipih bertujuan agar beyangan benda dapat tepat jatuh pada bintik kuning. Lensa mata yang daya mencembung dan memipihnya tidak sempurna berarti mengalami gangguan atau cacat mata.
Selain harus ada cahaya, syarat agar mata dapat melihat adalah mata dalam keadaan normal.Mata normal ( emetropi), yaitu mata yang dapat berakomodasi dengan baik.Titik terjauh ( punctum remotum) berada pada jarak sejauh-jauhnya. Titik terdekat ( punctum proximum) berada pada jarak baca ideal (25 cm) di depan mata.
KEMAMPUAN LENSA MATA MEMFOKUSKAN BAYANGAN

SARAF MATA

SARAF MATA Sel Batang (sel bacillus) RHODOPSIN
Di bagian retina terdapat kurang lebih 125 juta sel batang.sel ini mampu menerima rangsang tidak berwarna.Sel batang mengadung rodopsin, yaitu suatu bentuk senyawa antara vitamin A dengan protein tertentu. Bila terkena sinar terang, rodopsin terurai dan akan terbentuk kembali dalam keadaan gelap. berfungsi untuk menerima bayangan dengan cahaya lemah, dan bayangan yang terbentuk atau terpersepsi hitam putih
(sangat peka terhadap cahaya).Pada proses pembentukan rodopsin diperlukan waktu yang disebut waktu adaptasi rodopsin.Dalam waktu adaptasi,mata kurang dapat melihat. Oleh karena itu, jika mata kita melihat cahaya matahari terang,setelah itu kita masuk ke dalam rumah,untuk beberapa saat mata kita tidak dapat melihat.

SARAF MATA SEL KERUCUT (IODOPSIN) CONUS
Di bagian retina terdapat kurang lebih 6,5 juta sel kerucut. Sel ini mampu menerima rangsang sinar kuat dan berwarna.Sel kerucut mengandung pigmen iodopsin,yaitu: senyawa retinin dan opsin. ada 3 macam sel kerucut yang masing – masing peka terhadap warna tertentu. Yaitu merah,merah,biru,hijau. (hanya peka pada cahaya terang).Dari kombinasi ketiga warna ini kita dapat menerima spektrum warna ungu sampai warna merah.Kerusakan sel konus menyebabkan buta warna merah, biru, atau kuning.Misalnya dikromat atau monokromat.Dikromat adalah orang yang hanya dapat menyerasikan spektrum warna dengan mencampur dua warna saja. Monokromat merupakan orang yang hanya dapat membedakan hitam dan putih serta bayangan kelabu. 1. Katarak
sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun. Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya.
KELAINAN MATA
KELAINAN MATA 2. Glaukoma :
Penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat, sehingga terjadi kerusakan pada saraf optikus dan menyebabkanpenurunan fungsi penglihatan.
Jangan menggosok atau mengucek mata terlalu kuat terutama bila ada benda asing yang masuk ke mata.
Penuhi Kebutuhan Vitamin A, karena kecukupan vitamin A membantu transmisi sinyal cahaya di dalam sel-sel retina. Salah satu sumber vitamin A adalah sayuran yang memiliki warna orange seperti baby wortel, juga buah aprikot
.Jangan menatap layar komputer atau televisi secara terus menerus, berilah jeda sebentar saja. Dan sering-seringlah mengedipkan mata supaya mata tetap lembab
Bila mata anda terasa gatal dan merah, cobalah anda celupkan handuk kecil kedalam air dingin dan kompreslah mata anda hingga anduknya terasa hangat.Basuhlah mata dengan air dingin beberapa kali dalam sehari (Berwudhu' lebih baik). Terapi ini akan mengurangi insflamasi, melembabkan mata, merilekskan mata dan mengatasai mata merah.
Merawat mata TELINGA Telinga memiliki reseptor untuk menangkap bunyi yang disebut fonoreseptor.Secara garis besar, telinga terdiri atas tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. ANATOMI TELINGA Telinga luar terdiri atas bagian-bagian berikut :
Daun telinga, yaitu bagia telinga terluar berupa gelambir yang berguna untuk mengumoulkan dan menyalurkan gelombang bungyi ke dalam telinga.
Liang Telinga, yaitu saluran sepanjang 2,5 cm menuju membran timpani yang berfungsi membantu mengonsentrasikan gelombang suara.
Rambut, yaitu bulu-bulu halus untuk menahan dan menjerat kotoran yang melewati lubang telinga.
Kelenjer Minyak, menghasilkan cairan seperti malam ( wax) untuk meminyaki dan menjerat kotoran yang melewati luabang teling.
Membran Timpani ( Selaput gendang), yaitu berupa selaput tipis tetapi kuat, berguan untuk menangkap getaran bunyi dan menyalurkannya ke tulang-tulang pendengar TELINGA LUAR TELINGA TENGAH Telinga tengah terdiri atas bagian-bagian berikut.
1. Tulangh-tulang pendengar ( Osikula), yaitu tulang martil ( maleus), tulang landasan (inkus), dan tulang sanggurdi ( stapes).
2. Tingkap Oval, yaitu membran pembatas antara telinga tengah dan telinga dalam.
Telinga tengah ( rongga timpani ) adalah rongga di dalam tulang temporal.Di dalam telinga tengah terdapat tiga tulang kecil,Osikel auditori.Tulang-tulang tersebut,yang disebut maleus (martil),paron (landasan),dan stapes ( sangguardi),bertindak sebagai sistem tuas yang meneruskan dan memperbesar getaran yang dibawa dari gendang telinga ke telinga dalam. Maleus pada salah satu ujung terhubung ke gendang telinga,sementara stapes di sisi lain, ditempeli oleh ligamen ke tingkap oval,lubang kecil tertutup membran yang membuka jalan ke telinga dalam.Sendi sinovial menghubungkan paron,tulang tengah osikel auditori,ke maleus dan stapes di sampingnya.Lubang kedua yang juga ditutupi membran menuju ke telinga dalam,tingkap bulat (membran timpani sekunder),terdapat persis di bawah tingkap oval. TELINGA TENGAH Lubang ketiga menuju tabung auditori ( tabung Eustachio),yang menghubungkan telinga tengah dangan tenggorokan atas.Tabung auditori berfungsi menyamakan perbedaan tekanan di antara telinga.Dua otot pada telinga tengah,otot sensor timpani dan otot sangguardi,menghubungkan maleus dan stapes.Kontraksi kedua oto ini membatasi pergerakan gendang telinga dan osikel auditori,mengurangi kerusakan yang mungkin terjadi ketika terjadi getaran besar dari suara yang keras.Apabila saluran ini tersumbat oleh lendir,maka tekanan udara di dalam telinga tidak sama dengan tekanan di luar.Jika perbedaan tekanan ini cukup besar,dapat menyebabkan pecahnya membran timpani. TELINGA DALAM Telinga dalam terdiri atas bagian-bagian berikut.
1. Tiga saluran setengah lingkaran ( Kanalis semisirkularis),yaitu tiga saluran berlengkung-lengkung yang berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh.
2. Sakulus dann Utrikulus, yaitu kantong kecil tempat tiga saluran setengahn lingkaran berpangkal yang berisi cairan endolimfea dan butiran kalsium karbonat.bagian ini berguna dalam menjaga keseimbangan tubuh.
3. Rumah siput (Koklea), yaitu saluran seperti spiral yantg berisi cairan endolimfe. Rumah siput terbagi menjadi tiga saluran, yaitu kanal vestibular,kanal timpani,dan kanal tengah.
4. Orga Korti, yaitu bagian koklea yang peka terhadap rangsang bunyi
Indra pendengar ( telinga) peka terhadap rangsang bunyi atau suara,dengan frekuensi antara 30-20.000 hertz. A. getaran suara ditangkap oleh daun telinga kemudian berbelok masuk melewati saluran telinga.
B. Getaran suara mmenggetarkan membran timpani,diteruskan ke tulang-tulang pendengar ( martil,landasan, dan sangguardi). Di bagian ini getaran suara diperkuat, selanjutnya masuk ke bagian telinga melewati tingkap oval.
C. Getaran suara diteruskan ke rumah siput sehingga menggetarkan cairan di dalam saluran vestibular, kanal timpani, dan kanal tengah hingga di bagian dasar ko0klea. Getaran suara yang sampai dasar koklea mengakibatkan sel-sel rambut bergetar
D. Getaran sel-sel rambut menggetarkan membran tektorial dan membran basiler. Getaran akan menekan sel sensorik pada organ korti dan menghasilkan impuls saraf.
E. Impuls saraf akhirnya menuju pusat pendengaran di otak melalui saraf pendengaran. Mekanisme Kerja Indra Pendengar Keseimbangan dipertahankan sebagai tanggapan terhadap dua macam gerakan :
Keseimbangan Statis mempertahankan posisi kepala sebagai tanggapan terhadap gerakan linear tubuh,seperti mulai berjalan atau berhenti.
Keseimbangan Dinamis mempertahankan posisi kepala sebagai tanggapan terhadap gerakan rotasi tubuh,seperti mengayun-ayun ( seperti jika berada di kapal) atau berbalik badan. KESEIMBANGAN KESEIMBANGAN Kulit merupakan indra peraba karena mempunyai reseptor yang peka terhadap tekanan, sentuhan,panas, dingin, dan nyeri. Indra yang terdapat di kulit ini disebut Tungoreseptor. kulit merupakan alat indra karena di dalam kulit terdapat berbagai macam reseptor.

FUNGSI KULIT
1.Melindungi tubuh dari gesekan, penyinaran,
kuman penyakit, panas, bahan kimia, dll
2.Mengatur suhu tubuh
3.Sebagai alat ekskresi, berupa keringat
minyak
4.Sebagai alat peraba KULIT ANATOMI KULIT STRUKTUR KULIT LAPISAN DERMIS LAPISAN EPIDERMIS Merupakan lapisan terluar, pada lapisan ini tidak terdapat pembuluh darah dan syaraf.
Lapisan epidermis terdiri dari 4 lapis sel (gambar):
stratum korneum terdiri dari sel kulit mati yang mudah mengelupas. Disebut juga lapisan tanduk.
Stratum lusidum : berupa lapisan transparan.
Stratum granulosum : terdapat pigmen.
Stratum germinativum : lapisan yang selalu mengadakan pembelahan secara terus EPIDERMIS DERMIS Pada bagian ini terdapat pembuluh darah, pangkal akar rambut,kelenjar keringat, syaraf, dan berbagai macam reseptor
Berbagai macam resptor yang tedeapat di dalam kulit
adalah :
korpuskel pacini : ujung syaraf perasa tekanan.
Ujung syaraf sekeliling
rambut : ujung syaraf peraba.
Korpuskel ruffini : ujung syaraf peraba.
Ujung syaraf krause : ujung syaraf perasa dingin.
Korpuskel meissner : ujung syaraf peraba
Ujung syaraf tanpa selaput : perasa nyeri
Lempeng merkel : ujung syaraf perasa sentuhan dan tekanan ringan Saraf Sensorik pada Kulit Misalnya sensasi tekanan timbul sensasi tekanan di kulit Impuls diolah terbentuknya potensial aksi yang dihantarkan dalam bentuk impuls oleh saraf sensorik ke otak. Terjadi depolarisasi yaitu Na+ masuk dan K+ keluar. Korpuskel paccini berubah bentuk Ada tekanan di kulit
Mekanisme kerja alat peraba : Indra penecap terdapat lidah, mampu menerima rangsangan dari zat yang larut. Indra penecap ini memiliki reseptor yang peka terhadap rangsang rasa, misalnya manis, asin, asam, dan pahit. Reseptor pengecap berda pada kuncup-kuncup pengecap ( Papila). Di dalam kuncup terdapat bulu-bulu saraf ( Gustatory hair) yang berfungsi mengantarkan Impuls ke otak. Kemampuan mengecap rasa dapat berkurang pada penderita epilepsi, penyakit saraf, dan ibu-ibu hyang sedang hamil. LIDAH ANATOMI LIDAH Permukaan atas lidah penuh dengan tonjolan (papila). Tonjolan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga macam bentuk, yaitu bentuk benang, bentuk dataran yang dikelilingi parit-parit, dan bentuk jamur.
Tunas pengecap terdapat pada paritparit papila bentuk dataran, di bagian samping dari papila berbentuk jamur, dan di permukaan papila berbentuk benang.
Lidah mempunyai 3 macam papila yaitu :
A. Papila berbentuk benang ( Papila filiformis) merupakan peraba. Papila ini menyebar di seluruh permukaan lidah.
B. Papila yang dilingkari saluran ( Papila Sirkumvalata ). Papila ini tersusun dalam lengkungan yang berbentuk huruf V. terdapat 7-9 buah yang terletak di dekat pangkal lidah dan merupakan papila pengecep.
C. Papila bentuk Martil merupakan papila pengecap yang terdapat di tepi lidah. stuktur tonjolan pada permukaan lidah PAPILA LIDAH Empat Macam Sensai Rasa timbul sensasi rasa. terjadi depolarisasi yaitu masuknya Na+ dan keluarnya K+ dari sel reseptor Zat kimia dalam bentuk larutan sampai ke puting pengecap di lidah
Mekanisme kerja indra perasa terbentuknya potensial aksi yang dihantarkan oleh saraf sensoris dalam bentuk impuls listrik ke otak untuk diolah Bau adalah molekul bahan kimia yang menguap dan melayang di udara. Apabila bau terhitup melalui lubang hidung,partikel-partikel tersebut akan menyentuh epitelium olfaktori yang terdapat di rongga hidung. Epitelium olfaktori ini dilapisi bahan bening berupa mukosa olfaktori yang berperan penting bagi indra pembau. berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas. Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus dengan akson akson yang tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau.
Mukosa ini berfungsi melarutkan molekul bau agar dapai oleh silia ( rambut getar) yang menjulur ke dalam mukosa dari sel-sel reseptor di dalam selaput itu. HIDUNG ANATOMI HIDUNG
Gambar struktur indra pembau bau dapat tercium menyebabkan terjadinya potensial aksi dan dihantarkan dalam bentuk impuls ke otak untuk diolah Merangsang ujung syaraf pembau Gas yang masuk ke dalam hidung larut dalam lendir hidung di bagian atas rongga hidung
Mekanisme kerja indra pembau : terjadinya depolarisasi yaitu Na+ masuk dan K+ keluar dari reseptor (ujung syaraf) SISTEM HORM0N Hormon merupakan salah satu sistem koordinasi di dalam tubuh dengan menggunakan cairan yang diedarkan oleh pembuluh darah. Dengan menggunakan hormon rangsang lebih lambat diberi tanggapan. Satu kelebihan koordinasi menggunakan hormon yaitu dengan sedikit saja hormon mampu mempengaruhi organ-organ yang menjadi sasarnnya. Hipofisa (Pituitary). Kelenjar ini merupakan kelenjar yang paling banyak menghasilkan jenis-jenis hormone yang letaknya di otak. Hormon adalah zat kimia dalam bentuk senyawa organic yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Hormon mengatur aktivitas seperti : metabolisme, reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan
Pengaruh hormon dapat terjadi dalam beberapa detik, hari, minggu, bulan, dan bahkan beberapa tahun.Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu karena hormon yang dihasilkan tidak dialirkankan melalui suatu saluran tetapi langsung masuk kedalam pembuluh darah. Hormon dari kelenjar endokrin mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh hingga mencapai organ – organ tertentu. Meskipun semua hormone mengadakan kontak dengan semua jaringan dalam tubuh, namun hanya sel / jaringan yang mengandung reseptor yang spesifik terhadap hormon tertentu yang terpengaruh hormon tersebut.
Hormon mempunyai ciri – ciri sebagai berikut : Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin dalam jumlah sangat kecil
Diangkut oleh darah menuju ke sel/jaringan target
Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat dalam sel target
Mempunyai pengaruh mengaktifkan enzim khusus
Mempunyai pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target, tetapi dapat juga mempengaruhi beberapa sel target yang berlainan. 1. kelenjar yang bekerja sepanjang hayat, misalnya hormon yang memegang peranan pada proses metabolisme
2. kelenjar yang bekerjanya mulai saat tertentu, misalnya hormon kelamin
3. kelenjar yang bekerja hanya sampai saat tertentu saja, misalnya kelenjar timus
Dilihat dari aktivitasnya, kelenjar endokrin dapat dibedakan menjadi : SECARA KIMIAWI HORMON DIBAGI MENJADI TIGA KELAS
- HORMON STEROID , yang larut dalam lemak
Ciri utama hormon steroid adalah adanya struktur multisiklik
TESTOSTERON,ESTROGEN,PROGESTERON CORTISOL
HORMON PEPTIDA , Polipeptida dan katekolamin, yang larut dalam air
INSULIN, PROLAKTIN
HORMON DERIVAT ASAM AMINO
NOREPINEPHRIN, EPINEPHRIN & HYROKSIN PENGGOLONGAN HORMON
Dilihat dari aspek dan macam lokasinya, kelenjar endokrin dapat dibedakan menjadi : Hormon bekerja atas perintah dari sistem saraf. Sistem yang mengatur kerjasama antara saraf dan hormon terdapat pada daerah hipotalamus. Daerah hipotalamus sering disebut daerah kendali saraf endokrin (neuroendocrine control).
Hormon berfungsi dalam mengatur homeostasis, metabolisme, reproduksi dan tingkah laku. Homeostasis adalah pengaturan secara otomatis dalam tubuh agar kelangsungan hidup dapat dipertahankan. Contohnya pengendalian tekanan darah, kadar gula dalam darah, dan kerja jantung
Hubungan Saraf dan hormon
Perbedaan sistem hormon dan sistem saraf Anatomi
Berukuran lebih 1 cm dengan berat 500mg
Terletak di sella tursica dari tulang sphenoid
Kelenjar hipofi sis terletak pada dasar otak dan di bawah kendali hipotalamus. Di dalam tubuh, ukurannya lebih kurang sebesar kacang ercis. Kelenjar ini seringkali disebut pula sebagai master of gland, sebab hormone yang dihasilkan dapat memengaruhi fungsi endokrin yang lain.
Terdapat 3 kelenjar yaitu :
Hipofise anterior
Hipofise Intermedia
Hipofise posterior
Kelenjar Hipofisis (pituitary) Kelenjar hipofisis anterior berkembang dari lipatan langit-langit mulut yang tubuh ke arah otak. Lipatan tersebut akhirnya kehilangan persambung an dengan saluran pencernaan. Bagian depan kelenjar hiposifis ini menghasilkan banyak hormon. Selain itu, berpengaruh juga terhadap berbagai macam organ
Di dalam tubuh, berbagai hormon yang disekresikan kelenjar hipofi sis anterior ini hanya digunakan dengan jumlah tertentu saja. Apabila terlalu berlebihan atau justru kekurangan dapat memberikandampak yang tidak baik bagi tubuh. Misalnya saja, kelebihan hormone somatotrof (hormon pertumbuhan) dapat menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme). Selanjutnya, bila kelebihan tersebut terjadi pada waktu dewasa dapat menyebabkan pertumbuhan yang tidak seimbang (akromegali), seperti tulang muka, jari-jari tangan, dan kaki yang membesar. Sebaliknya, bila sekresi hormon pertumbuhan kurang, akibatnya adalah pertumbuhan terhambat atau kekerdilan (kretinisme).
Kelenjar Hipofisis Anterior
Kelenjar Hipofisis Anterior GH (Growth Hormon)
Pertumbuhan sel, tulang dan jaringan lemak
Meningkatkan metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak
Meningkatkan glukosa darah dengan menurunkan penggunaan glukosa
Meningkatkan sintesa protein
Meningkatkan kadar asam lemak bebas, lipolisis dan pembentukan keton
Meningkatkan retensi elektrolit dan cairan ekstraseluler
Prolaktin (PRL)
Target organ : payudara & gonad
Proses laktasi
Pengatur fungsi reproduksi pada pria dan wanita
PERSIAPAN PRODUKSI AIR SUSU IBU
(ASI)
Kelenjar Hipofisis Anterior Thyroid stimulating hormon (TSH)
Target organ : tiroid
Perlu untuk pertumbuhan dan fungsi tiroid
MEMPENGARUHI KEL THYROID  MENGHASILKAN THYROKSIN (T4), LIOTIRONIN (T3) & KALSITONIN
Adrenokortikoid-stimulating hormon (ACTH)
Target organ: kortek adrenal
Pertumbuhan dan mempertahankan ukuran kortek adrenal
Mengontrol pelepasan glukokortikoid dan androgen adrenal
a. GLUKOKORTIKOID  PENGHASIL GULA
b. MINERALOKORTIKOID  MENGATUR KESEIMBANGAN
ION Na & ION K
c. GONADOKORTIKOID
 Untuk WANITA  ESTRONE & PROGESTRONE
 Untuk PRIA  TESTOSTERONE
Kelenjar Hipofisis Anterior Folikel stimulating hormon (FSH)
Luteinizing hormon (LH)
Kedua hormon target organ : gonad
dimana menstimulasi gametogenesis
dan produksi seks pada pria menstimulasi sel – sel interstitial pada testis untuk berkembang dan menghasilkan testoteron dan wanita bersama dengan estrogen menstimulasi ovulasi dan pembentukan progesterone oleh korpus luteum makin banyak melanin makin hitam pigmen kulit, makin sedikit melanin makin putih pigmen kulit
Kelenjar Hipofisis Intermedia
Kelenjar Hipofisis Posterior Anatomi
Bentuk seperti kupu-kupu dan terletak pada leher bagian bawah di sebelah anterior trakea
Terdiri dari 2 lobus lateral yang dihubungkan oleh sebuah istmus
Panjang 5 cm,lebar 3 cm,berat 30 gr
Aliran darah sangat tinggi (5 ml/mnt/gram tiroid) yaitu 5 kali aliran darah ke dalam hati
Hormon yang dihasilkan : Tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3) keduanya disebut hormon tiroid, kalsitonin (menurunkan kadar kalsium plasma dgn meningkatkan jumlah kasium dalam tulang)

Hormon ini dibuat di folikel jaringan tiroid dari asam amino (tiroksin) yang mengandung yodium. Yodium secara aktif di akumulasi oleh kelenjar tiroid dari darah. Oleh sebab itu kekurangan yodium dalam makanan dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok hingga 15 kali. KELENJAR TIROID KELENJAR TIROID HORMON TIROID
Merupakan asam amino dengan sifat unik yg mengandung mol iodium yg terikat pada struktur asam.amino
Kedua hormon ini disintesis dengan keadaan terikat dengan protein dalam sel-sel kel.tiroid, pelepasannya kedalam aliran darah hanya jika diperlukan saja
Kurang lebih 75 % hormon tiroid terikat dengan globulin pengikat-protein, hormon tiroid yg lain terikat dgn albumin dan prealbumin pengikat tiroid KELENJAR TIROID KELENJAR TIROID Beberapa penyakit manusia ada yang disebabkan oleh kelenjar tiroid. Kondisi kelebihan hormon tiroid (hipertiroid) dapat menimbulkan gejala hipermetabolisme (morbus basedowi), dengan tanda-tanda meningkatnya detak jantung sehingga muncul gugup, napas cepat dan tidak teratur, mulut menganga, dan mata melebar. Sementara itu, apabila seseorang sebelum dewasa kekurangan hormon tiroid (hipotiroid), tubuhnya dapat mengalami kretinisme (kerdil). Kretenisme ditandai dengan fi sik dan mental penderita yang tumbuh tidak normal.
Pada orang dewasa, kondisi hipotiroid dapat menyebabkan miksedema. Gejala penyakit ini, adalah laju metabolisme rendah, berat badan bertambah, bentuk badan menjadi besar, kulit kasar, dan rambutmudah rontok. Selain penyakit-penyakit tersebut, seseorang juga dapat mengalami pembengkakan kelenjar tiroid karena kekurangan makanan yang mengandung yodium. Penyakit pembengkakan demikian dinamakan gondok. KELENJAR TIROID KELENJAR PARATIROID ANATOMI
kelenjar paratiroid berjumlah 4 buah terletak dalam leher dan tertanam di permukaan posterior kelenjar tiroid
kelenjar ini berukuran kecil dan sulit dilihat sehingga dapat terangkat tanpa sengaja sewaktu tiroidktomi

FISIOLOGI
Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon yg disebut Parathormon
Parathormon mengatur metabolisme kalsium dan fosfor
Peningkatan sekresi Parathormon mengakibatkan absorbsi kalsium di ginjal, intestinum, dan tulang shg terjadi kenaikan kadar kalsium dlm darah KELENJAR PARATIROID Kelenjar ini menghasilkan parathormon (PTH) yang berfungsi untuk mengatur konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraseluler dengan cara mengatur : absorpsi kalsium dari usus, ekskresi kalsium oleh ginjal, dan pelepasan kalsium dari tulang.
Hormon paratiroid meningkatkan kalsium darah dengan cara merangsang reabsorpsi kalsium di ginjal dan dengan cara penginduksian sel –sel tulang osteoklas untuk merombak matriks bermineral pada osteoklas untuk merombak matriks bermineral pada tulang sejati dan melepaskan kalsium ke dalam darah
Manusia jarang mengalami hipoparathormon (kondisi kekurangan hormon parathormon). Kalaupun mengalaminya, seseorang dapat kejang otot atau tetani. Sedangkan hiperparathormon (kondisi kelebihan hormon parathormon) dapat menimbulkan berba gai gejala seperti tulang menjadi rapuh, lemah, dan berbentuk abnormal. Selain itu, kadar ion Ca2+ yang berlebihan dalam darah dapat masuk ke air seni dan mengendap bersama ion fosfat. Endapan ini dapat membentuk batu ginjal sehingga menyumbat saluran air seni. KELENJAR LANGERHANS ( PANKREAS) Pakreas merupakan kelenjar endokrin dan eksokrin.
Bagian eksokrin terdiri atas acini pankreas dan duktus pankreas yang mensekresi enzim dan bikarbonat untuk pencernaan di usus.
Bagian endokrin dari pankreas adalah pulau-pulau langerhans terdiri atas satu sampai dua pulau sel-sel tersebar di antara bagian eksokrin.
Sel alfa menghasilkan glukagon, sel beta menghasilkan insulin dan sel delta menghasilkan somatostatin.
Kelenjar prankeas dinamakan juga kelenjar Langerhans atau pulau Langerhans. Pulau Langerhans merupakan sekelompok kecil yang tersebar di seluruh pankreas. Sel-sel pulau Langerhans tak terkait dengan saluran pembawa getah pankreas yang menuju duodenum. Namun, sel-sel kelenjar ini sangat kaya akan pembuluh darah.
Sekresi yang dihasilkan dari kelenjar Langerhans yakni hormone insulin, sebuah hormon berbentuk protein yang ditemukan oleh Dr. Frederick Banting pada tahun 1922 KELENJAR LANGERHANS ( PANKREAS) . Hormon insulin berperan saat proses pengubahan gula darah (glukosa) menjadi gula otot (glikogen) di dalam hati. Sehingga, oleh hormon tersebut, kadar gula darah menjadi turun. Kekurangan hormon insulin pada seseorang dapat menyebabkan penyakit diabetes melitus atau penyakit kencing manis. Gejala penyakit kencing manis ditandai dengan tingginya glukosa dalam darah yang tinggi. Glukosa yang ada dalam tubuh penderita tidak diubah menjadi glikogen dan lemak, justru sebaliknya glikogen dan lemak yang diubah menjadi glukosa.
Selain hormon insulin, kelenjar Langerhans juga memproduksi hormon guklagon. Hormon guklagon hormon yang berperan dalam mengubah glikogen menjadi glukosa. 1. SEL A / ALPHA
 menghasilkan glukagon  menghasilkan gula bila tubuh kekurangan gula
2. SEL B/ BETA
 menghasilkan insulin  menguraikan gula bila berlebihan menjadi glikogen dalam otot
3. SEL D/ DELTA
 menghasilkan somatostatin  tergantung dr kebutuhan tubuh  membantu sel a bila kekurangan gula & membantu sel b bila kelebihan gula
4. SEL F
 menghasilkan pankreopeptida  membantu dalam proses pencernaan makanan terutama protein KELENJAR LANGERHANS ( PANKREAS) KELENJAR TIMUS Letak : dibelakang sternum, didepan paru – paru dan jantung
Sangat penting untuk perkembangan sistem limfatik
Kelenjar ini mempunyai 2 lapisan :
Kortek terbungkus sempurna dengan limfosit
Medula menstimulasi sel limfosit untuk membelah dan kemampuan untuk mengenali dan menyerang benda asing.
Kelenjar timus merupakan kelenjar hasil penimbunan hormon somatotrof atau hormon pertumbuhan. Pada orang dewasa, kelenjar ini tidak digunakan kembali.
Selain itu, timus juga menghasilkan timosin yang mengatur produksi sel khusus dalam darah putih, yaitu sel T. Sel T sangat berpengaruh dalam mekanisme sistem pertahanan tubuh. KELENJAR TIMUS KELENJAR Gonad ( kelamin) Kelenjar kelamin disebut pula dengan gonad. Meskipun fungsi utamanya adalah memproduksi sel-sel kelamin, namun kelenjar kelamin juga memproduksi hormon. Kelenjar kelamin laki-laki terdapat pada testis, sementara kelenjar kelamin perempuan berada pada ovarium. Merupakan kelenjar kelamin wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur, hormone estrogen dan hormone progesterone.
Sekresi estrogen dihasilkan oleh folikel de Graaf dan dirangsang oleh FSH
Estrogen berfungsi menimbulkan dan mempertahankan tanda – tanda kelamin sekunder pada wanita, misalnya perkembangan pinggul, payudara, serta kulit menjadi halus.
Progesteron dihasilkan oleh korpus luteum dan dirangsang oleh LH
Progesteron berfungsi mempersiapkan dinding uterus agar dapat menerima sel telur yang sudah dibuahi.
Fisiologi menstruasi OVARIUM OVARIUM Siklus Menstruasi Normal
Siklus menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu, siklus ovarium (indung telur) dan siklus uterus (rahim). Siklus indung telur terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu siklus folikular dan siklus luteal, sedangkan siklus uterus dibagi menjadi masa proliferasi (pertumbuhan) dan masa sekresi.
Perubahan di dalam rahim merupakan respon terhadap perubahan hormonal. Rahim terdiri dari 3 lapisan yaitu perimetrium (lapisan terluar rahim), miometrium (lapisan otot rehim, terletak di bagian tengah), dan endometrium (lapisan terdalam rahim). Endometrium adalah lapisan yangn berperan di dalam siklus menstruasi. 2/3 bagian endometrium disebut desidua fungsionalis yang terdiri dari kelenjar, dan 1/3 bagian terdalamnya disebut sebagai desidua basalis.
Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:
FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH
PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin OVARIUM TESTIS Testis pada mammalian terdiri dari tubulus yang dilapisi oleh sel – sel benih (sel germinal), tubulus ini dikenal dengan tubulus seminiferus.
Testis mensekresikan hormon testosterone yang berfungsi merangsang pematangan sperma (spermatogenesisi) dan pembentukan tanda – tanda kelamin pria, misalnya pertumbuhan kumis, janggut, bulu dada, jakun, dan membesarnya suara.
Sekresi hormon tersebut dirangsang oleh ICTH yang dihasilkan oleh hipofisis bagian anterior.
 Regulasi hormone jantan
Menghasilkan steroid laki-laki
Testoteron : memacu pertumbuhan dan perkembang organ kelamin dan perkembangan seks sekunder pada pria. Produksi testoteron yang stabil akan :
Mempertahankan spermatogenesis
Meningkatkan aktivitas anabolik serta kekuatan otot serta tulang
Meningkatkan produksi sel darah merah dalam sumsum tulang merah
Meningkatkan libido dan sikap agresivitas normal TESTIS KELENJAR ADRENAL ( KELENJER ANAK GINJAL) Berbentuk seperti bola atau topi terletak di atas ginjal.
Pada setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenalis yang terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula).
Terletak didalam jaringan retroperitoneal yang menutupi kutub atas ginjal (ada 2 buah organ adrenal).
Masing –masing adrenal mempunyai 2 buah kelenjar yaitu:
Kortek adrenal
Medula adrenal KELENJAR ADRENAL ( KELENJER ANAK GINJAL) Kelenjar adrenal (glandula adrenal) pada manusia berbentuk sepasang struktur kecil yang terletak di ujung anterior ginjal dan kaya akan darah. Masing-masing struktur kelenjar ini memiliki dua bagian, yakni bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medula).
Bagian korteks kelenjar adrenal menghasilkan hormon adrenalin (epinefrin) yang berpengaruh dalam penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah dan denyut jantung meningkat. Hormon ini juga berperan mengubah glikogen (gula otot) menjadi glukosa (gula darah). Selain itu, hormon adrenalin bersama hormon insulin memengaruhi proses pengaturan kadar gula dalam darah.
Sementara itu, bagian korteks (bagian luar) adre nal mengeluarkan hormon kortin yang tersusun atas kortison dan deoksikortison. Hormon kortin dapat memudahkan perubahan protein menjadi karbohidrat, kemudian juga mengatur metabolisme garam dan air.
Penyakit manusia yang disebabkan oleh kurangnya sekresi hormon ini adalah penyakit Addison. Gejala yang timbul pada penderita penyakit ini antara lain tekanan darah rendah, kelemahan otot, gangguan pencernaan, peningkatan retensi kalium dalam cairan tubuh dan sel, kulit kecoklatan, dan nafsu makan hilang. Penderitanya dapat diobati dengan pemberian hormon kortin melalui mulut atau intramuskular. KELENJARADRENAL ( KELENJER ANAK GINJAL) Kelenjer Adrenal manghasilkan hormon-hormon berikut :
1. Hormon kortikoid, berperan menyerap natrium dalam darah dan mereabsorbsi air pada ginjal.
2. Hormon glukortikoid, berperan dalam menaikkan kadar glukosa darah dan mengubah protein menjadi glikogen di hati.
3. Hormon androgen, bersama-sama dengan hormon gonad berperan membentuk sifat kelamin sekunder pada pria.
4. Hormon epinefrin atau adrenalin, berperan menaikkan frekuensi denyut jantung, memperkuat denyut jantung, dan membantu mengubah glikogen ( dalam otot) menjadi glukosa dalam darah. KELENJARADRENAL ( KELENJER ANAK GINJAL) KELENJAR ADRENAL ( KELENJER ANAK GINJAL) KELENJAR PINEAL Kelenjar pineal berukuran sebesar kacang tanah yang terletak di tengah otak. Kelenjar ini menyekresikan hormon melatonin yang membantu mengatur ritme tubuh sehari-hari, seperti jadwal tidur di malam hari dan bangun di pagi hari. Fungsi lainnya masih belum diketahui.
 
Kelainan – Kelainan Akibat Kelebihan atau Kekurangan Hormon g Thank you 1992 2002 2012 2017
Full transcript