Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

TEORI ASAL-USUL KEHIDUPAN

No description
by

reyhan audiandwiputra

on 21 January 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of TEORI ASAL-USUL KEHIDUPAN

B. Teori Biogenesis
Walaupun telah bertahan selama ratusan tahun, tidak semua orang membenarkan paham abiogenesis. Orang –orang yang ragu terhadap kebenaran paham abiogenesis tersebut terus mengadakan penelitian memecahkan masalah tentang asal usul kehidupan. Orang-orang yang tidak puas terhadap pandangan Abiogenesis itu antara lain Francesco Redi (Italia, 1626-1799), dan Lazzaro Spallanzani ( Italia, 1729-1799), dan Louis Pasteur (Prancis, 1822-1895). Beredasarkan hasil penelitian dari tokoh-tokoh ini, akhirnya paham Abiogenesis / generation spontanea menjadi pudar karena paham tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
c) Percobaan Louis Pasteur (1822-1895)
Dalam menjawab keraguannya terhadap paham abiogenesis. Pasteur melaksanakan percobaan untuk menyempurnakan percobaan Lazzaro Spallanzani. Dalam percobaanya, Pasteur menggunakan bahan air kaldu dengan alat labu. Langkah-langkah percobaan Pasteur selengkapnya adalah sebagai berikut :

Langkah I : labu disi 70 cc air kaldu, kemudian ditutup rapat-rapat dengan gabus. Celah antara gabus dengan mulut labu diolesi dengan paraffin cair. Setelah itu pada gabus tersebut dipasang pipa kaca berbentuk leher angsa. Lalu, labu dipanaskan atau disterilkan.
Langkah II : selanjutnya labu didinginkan dan diletakkan ditempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan air kaldu diamati. Ternyata air kaldu tersebut tetep jernih dan tidak mengandung mikroorganisme.
Langkah III : labu yang air kaldu didalamnya tetap jernih dimiringkan sampai air kaldu didalamnya mengalir kepermukaan pipa hingga bersentuhan dengan udara. Setelah itu labu diletakkan kembali pada tempat yang aman selama beberapa hari. Kemudian keadaan air kaldu diamati lagi. Ternyata air kaldu didalam labu meanjadi busuk dan banyak mengandung mikroorganisme.
A. Teori Abiogenesis
Teori abiogenesis disebut juga teori generatio spontanea. Pokok dari teori ini menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda atau materi tidak hidup dan kehidupan terjadi secara spontan (generatio spontanea). Ilmuwan yang mengemukakan teori ini adalah seorang filsafat Yunani kuno, yakni Aristoteles (384–322 SM). Dengan melihat organisme di sekeliling-nya, Aristoteles berkesimpulan bahwa makhluk hidup muncul secara tiba-tiba. Misalnya :
ikan dan katak berasal dari Lumpur.
Cacing berasal dari tanah, dan
Belatung berasal dari daging yang membusuk.
Kelompok 6 :
TEORI ASAL-USUL KEHIDUPAN
a) Percobaan Francesco Redi ( 1626-1697)
Untuk menjawab keragu-raguannya terhadap paham abiogenesis, Francesco Redi mengadakan percobaan. Pada percobaannya Redi menggunakan bahan tiga kerat daging dan tiga toples. Percobaan Redi selengkapnya adalah sebagai berikut :
Stoples I : diisi dengan sekerat daging segar, dan dibiarkan terbuka.
Stoples II :diisi dengan sekerat daging, dan ditutup oleh kain kasa.
Stoples III : disi dengan sekerat daging, dan ditutup rapat - rapat.
Selanjutnya ketiga stoples tersebut diletakkan pada tempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan daging dalam ketiga stoples tersebut diamati. Danhasilnya sebagai berikut:
Stoples I : daging tampak membusuk dan didalamnya ditemukan banyak larva atau belatung lalat.
Stoples II : daging tampak membusuk tetapi larva atau belatung lalat hanya terdapat di kain kasanya saja, tidak masuk ke dalam stoples.
Stoples III : daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan jentik / larva atau belatung lalat.
b) percobaan Lazzaro Spallanzani ( 1729-1799)
Spallanzani juga melakukan percobaan untuk membantah teori abiogenesis, tetapi menggunakan bahan kaldu. Disainnya sebagai berikut:
Labu I : diisi kaldu lalu dipanaskan dan dibiarkan terbuka
Labu II : diisi kaldu, lalu ditutup dengan gabus yang disegel dengan lilin, kemudian dipanaskan

Setelah dingin kedua labu diletakkan di tempat yang sama. Beberapa hari kemudian hasilnya sebagai berikut.
Labu I : berubah busuk dan keruh, banyak mengandung mikroba (bakteri)
Labu II : tetap jernih, tidak mengandung mikroba

Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan menyebabkan busuknya kaldu berasal dari mikroba yang beraada di udara. Pendukung paham abiogenesis keberatan dengan disain Spallanzani karena menurut anggapan mereka, labu yang tertutup menyebabkan gaya hidup (elan vital) dari udara tidak dapat masuk, sehingga tidak memungkinkan munculnya makhluk hidup (mikroba).
Abiogenesis
Abiogenesis atau biopoiesis adalah studi mengenai bagaimana kehidupan biologis dapat muncul dari materi anorganik melalui proses alami. Secara khusus, istilah ini biasanya merujuk kepada proses saat kehidupan di Bumi muncul. Abiogenesis diperkirakan terjadi pada masa awal Eoarkean atau sekitar 4 hingga 3,5 miliar tahun yang lalu.
Teori Needham (1700)
Merebus air kaldu kemudian memasukkannya ke dalam botol, lalu menutup rapat botol tersebut dengan gabus. Beberapa hari kemudian muncul bakteri. Needham menyimpulkan, bakteri berasal dari kaldu.
Melaui pemanasan terhadap perangkat percobaanya, seluruh mikroorganisme yang terdapat dalam air kaldu akan mati. Disamping itu, akibat lain dari pemanasan adalah terbentuknya uap air pada pipa kaca berbentuk leher angsa. Apabila perangkat percobaan tersebut didinginkan, maka air pada pipa akan mengembun dan menutup lubang pipa tepat pada bagian yang berbentuk leher. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya mikroorganisme yang bergentayangan diudara untuk masuk kedalam labu. Inilah yang menyebabkan tetap jernihnya air kaldu pada labu tadi. Pada saat sebelum pemanasan, udara bebas tetap dapat berhubungan dengan ruangan dalam labu. Mikroorganisme yang masuk bersama udara akan mati pada saat pemanasan air kaldu.

Setelah labu dimiringkan hingga air kaldu sampai kepern\mukan pipa, air kaldu itu akan bersentuhan dengan udara bebas. Disini terjadilah kontaminasi mikroorganisme. Ketika labu dikembalikan keposisi semula (tegak), mikroorganisme tadi ikut terbawa masuk. Sehingga, setelah labu dibiarkan beberapa beberapa waktu air kaldu menjadi akeruh, karena adanya pembusukan oleh mikrooranisme tersebut. Dengan demikian terbuktilah ketidak benaran paham Abiogenesis atau generation spontanea, yangmenyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang terjadi secara spontan.
Berdasarkan hasil percobaan Redi, Spallanzani, dan Pasteur tersebut, maka tumbanglah paham Abiogenesis, dan munculah paham/teori baru tentang asal usul makhluk hidup yang dikenal dengan teori Biogenesis.

Teori itu menyatakan :

a. omne vivum ex ovo = setiap makkhluk hidup berasal dari telur.

b. Omne ovum ex vivo = setiap telur berasal dari makhluk hidup, dan

c. Omne vivum ex vivo = setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
3 Kesimpulan Teori Biogenesis
Aristoteles
Needham
Francesco Redi
Lazzaro Spallanzani
Thanks For Attention
Louis Pasteur
Antonie Van Leeuwenhoek
Mengamati benda-benda aneh yang amat kecil yang terdapat pada setetes air rendaman jerami. Oleh para pendukung paham Abiogenesis, hasil pengamatan Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat.
Kesimpulan
Para ahli ilmu pengetahuan alam memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai asal usul kehidupan sesuai dengan eksperimen-eksperimen yang telah dilakukannya. Masing-masing pendapat tersebut didasrkan oleh percobaan yang telah dibuktikan sendiri oleh para ahli tersebut. Seperti teori abiogenesis (generatio spontanea) yang dikemukakan oleh Aristoteles, John Needham, Antonie van Leeuwenhoek. Teori biogenesis yang dikemukakan oleh Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan tersebut masing-masing memiliki kelemahan-kelemahan sehingga masing-masing teori yang dipaparkan saling melengkapi satu sama lain. Seperti teori abiogenesis yang dikemukakan oleh Aristoteles, John Needham, Antonie van Leeuwenhoek, dan Van Helmot yang dipandang kurang sempurna oleh penganut teori biogenesis yaitu Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur maka mereka pun melakukan percobaan untuk menyanggah dan menyempurnakan teori abiogenesis.
Reyhan Audian Dwiputra
Eggin Falahul Ilham
Venia Sifa Erlinda
Safira disa Putri
Reyhan Audian Dwiputra
Safira Disa Putri
Venia Sifa Erlinda
Eggin Falahul ILham
Kelompok 6 :
Full transcript