Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Kasus Fraud: PT Kimia Farma Tbk (2011)

No description
by

Glorio Makaminan

on 13 April 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kasus Fraud: PT Kimia Farma Tbk (2011)

SEJARAH KIMIA FARMA
Kimia Farma
adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini pada awalnya adalah
NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co
.

Berdasarkan kebijaksanaan nasionalisasi atas eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan, pada tahun 1958, Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi
PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma
.

Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas, sehingga nama perusahaan berubah menjadi
PT Kimia Farma (Persero)
.
KRONOLOGIS
Overstated
penjualan sebesar Rp2,7 miliar pada unit Industri Bahan Baku.
Overstated
persediaan barang sebesar Rp23,9 miliar pada unit Logistik Sentral.
Overstated
persediaan sebesar Rp8,1 miliar pada unit Pedagang Besar Farmasi.
Overstated
penjualan sebesar Rp10,7 miliar.
PIHAK YANG TERLIBAT
MANAJEMEN
PENYEBAB
Pada saat audit 31 Desember 2001 akuntan
belum menemukan kesalahan
pencatatan atas LK. Pada audit interim 2002 akuntan menemukan kesalahan pencatatan alas laporan keuangan, namun tidak melaporkan kepada pihak berwenang.
KESIMPULAN
Berdasarkan kasus yang terjadi pada PT Kimia Farma dapat disimpulkan bahwa telah terjadi adanya pelanggaran kode etik profesi akuntansi yang berpengaruh terhadap prinsipnya diantaranya sebagai berikut:
GAMBARAN KASUS
PENYELESAIAN KASUS
Sesuai Pasal 5 huruf n Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, maka:
KASUS FRAUD:
PT KIMIA FARMA Tbk

Agrivan | Eko | Glorio | Ilul
KRONOLOGIS
LK per 31 Desember 2001
Manajemen PT Kimia Farma Tbk melaporkan laba bersih sebesar Rp132 milyar dan telah diaudit oleh KAP Hans Tuanakotta & Mustofa (HTM)
AKIBAT
LK PT Kimia Farma tahun 2001 overstated
Pemakai laporan keuangan tidak menerima informasi yang fair
Citra dan reputasi auditor menurun
Pemegang saham PT Kimia Farma secara aklamasi menyetujui tidak memakai lagi jasa HTM sebagai akuntan publik
PIHAK YANG TERLIBAT
Kementerian BUMN dan Bapepam menindikasikan bahwa Laporan Keuangan PT Kimia Farma TBK tahun buku 2001 mengandung unsur rekayasa dan penggelembungan.

KAP yang mengaudit diminta untuk melakukan audit ulang dan menyajikan kembali (restated) LK tersebut.
Kementerian BUMN dan Bapepam
Menilai bahwa laba bersih tersebut terlalu besar dan mengandung unsur rekayasa.
Audit Ulang
Pada 3 Oktober 2002 laporan keuangan Kimia Farma 2001 disajikan kembali (restated), dengan keuntungan hanya sebesar Rp 99,56 miliar
Bapepam bekerjasama dengan Direktorat Akuntansi dan Jasa Penilai Dirjen Lembaga Keuangan
mencari bukti-bukti
atas keterlibatan akuntan publik dalam kesalahan pencatatan LK pada PT Kimia Farma Tbk. untuk tahun buku 2001.
KAP HTM
terbukti tidak ikut terlibat
secara langsung dalam skandal manipulasi yang dilakukan oleh manajemen, namun sebagai auditor independen KAP HTM
seharusnya mampu mendeteksi adanya ketidakwajaran
penyajian laporan keuangan klien.
AKUNTAN
Direktur produksi menerbitkan dua buah daftar harga persediaan pada tanggal 1 dan 3 Februari 2002. Daftar harga per 3 Februari ini telah digelembungkan nilainya dan dijadikan dasar penilaian persediaan pada unit distribusi Kimia Farma per 31 Desember 2001.
Setelah dilakukan audit ulang, laba bersih 2001 seharusnya hanya sekitar Rp100 miliar,
mengoreksi audit sebelumnya
yang mencatat laba sebesar Rp132,3 miliar.
Mantan direksi PT Kimia Farma Tbk. Telah
terbukti melakukan pelanggaran
dalam kasus dugaan penggelembungan (mark up) laba bersih di laporan keuangan perusahaan milik negara untuk tahun buku 2001.
Kepentingan Publik
Akuntan telah mengorbankan kepentingan publik demi kepentingan mereka semata. Dengan kesalahan penyajian pada LK, menyebabkan pengambilan keputusan yang salah bagi para investor.
Integritas
PT Kimia Farma terbukti tidak jujur dalam menyusun laporan keuangannya. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.
Perilaku Profesional
Pihak yang terlibat dalam penyusunan LK PT Kimia Farma pada tahun 2002 telah berperilaku tidak professional sehingga menimbulkan reputasi perusahaan yang buruk. Kinerja profesionalisme dari seorang auditornyapun dapat merusak reputasi profesinya.
Pihak Direksi lama
PT Kimia Farma memiliki tendensi untuk meningkatkan laba perusahaan dengan praktik yang tidak sehat dan melanggar peraturan (mark up)
Lalainya
pihak auditor
dalam mendeksi terjadinya kecurangan dan rekayasa dalam LK PT Kimia Farma
Direksi Lama
PT Kimia Farma periode 1998 – 2002 diwajibkan membayar sejumlah Rp1.000.000.000,- untuk disetor ke Kas Negara, karena melakukan kegiatan praktek penggelembungan atas LK 2001.
Sdr. Ludovicus Sensi W, Rekan KAP Hans Tuanakotta dan Mustofa
selaku auditor PT Kimia Farma diwajibkan membayar sejumlah Rp100.000.000,- untuk disetor ke Kas Negara, karena atas risiko audit yang tidak berhasil mendeteksi adanya penggelembungan laba tersebut.
Terima
Kasih
MITIGASI
1. Mengidentifikasi dan menilai risiko etika
Melakukan penilaian dan identifikasi para stakeholder HTM
Mempertimbangkan kemampuan SDM HTM dengan ekspektasi para stakeholder, dan menilai risiko ketidak sanggupan SDM HTM dalam menjalankan tugas audit
Mengutamakan reputasi KAP HTM dengan berpegang pada nilai-nilai hypernorm
2. Menerapkan strategi dan taktik dalam membina hubungan strategis dengan stakeholder
KAP HTM dapat melakukan pengelompokan stakeholder dan meratingnya dari segi kepentingan, dan kemudian menyusun rencana untuk berkolaborasi dengan stakeholder yang dapat memberikan dukungan dalam penciptaan strategi, yang dapat memenuhi harapan para stakeholder HTM.
Full transcript