Prezi

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in the manual

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Firqah Najiyah

No description
by Yoga Fitrah Annurrahman on 13 December 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Firqah Najiyah

Firqah Najiyah Definisi Firqah Najiyah Asal-Usul Firqah Najiyah Firqah Najiyah berasal dari kata "Al-Firqah" yang berarti sekelompok manusia, dan disifati dengan "An-Najiyah" yang berarti selamat, dan Al-Manshurah yang berarti mendapat pertolongan. Dapat disimpulkan Firqah Najiyah adalah sekelompok manusia yang selamat dan mendapat pertolongan. Nama lain dari golongan ini adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang berarti sekelompok orang yang mengikuti Thariqah (cara/jalan) yang dianut oleh Rasulullah saw. dan sahabat-sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka hingga Hari Kiamat. Hal ini sesuai dengan berdasarkan sabda Rasulullah saw yang berbunyi, "Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang tegar di atas al-haq, yang tidak akan terkena mudharat dari orang yang enggan menolong atau menentang mereka, sehingga datanglah keputusan Allah sedangkan mereka tetap dalam keadaan begitu,". H.R. Al-Bukhari dengan lafazhnya dari Mughirah RA, IV/187 dan Muslim III/1523. Imam Baghdadi dalam kitab "Al-Farqu Baina Al-Firaq wa Bayanu Al-Firqati An-Najiyati Min Hum" mengemukakan hadis Iftiraq. Salah satu hadis tersebut berbunyi,"Yahudi akan pecah menjadi 70 golongan, dan Nashara pecah menjadi 72 golongan sedangkan umatku akan pecah menjadi 73 golongan,". H.R. Abu Daud dari Abu Hurairah. Kemudian, Imam Baghdadi menerangkan tentang bagaimana umat Nabi Muhammad saw. bisa pecah menjadi 73 golongan. Baginya, embrio perpecahan dalam tubuh umat Islam sejatinya telah dimulai dari perbedaan pendapat tentang wafatnya Nabi Muhamad Saw. Sebagian berasumsi bahwa Nabi tidak wafat, hanya saja Allah mengangkatnya seperti Nabi Isa bin Maryam. Namun asumsi ini ditentang oleh Abu Bakar dengan dalil dari al-Qur’an ; ”Innaka mayyitun wa innahum mayyituun”, (ar-Ramz: 30). Tidak sampai disini saja, mereka juga berbeda pendapat perihal tempat penguburan Nabi Muhammad Saw. Warga Mekkah menginginkan Nabi dikubur di tempat kelahirannya (Mekkah), yang juga merupakan tempat diutusnya, kiblat umat Islam dan kuburan kakeknya Ismail As. Sedangkan penduduk Madinah menghendaki agar Nabi dimakamkan di Madinah, tempat hijrahnya dan Dar al-Anshor (tempat kejayaan). Perbedaan ini terus berlanjut dalam penentuan tabuk kepemimpinan, perbedaan Qadariyah, perbedaan Khowarij, perbedaan Rawafid dan seterusnya. Hingga sampailah kepada 73 golongan seperti yang Nabi sabdakan. Dengan rincian sebagi berikut; 20 firqah dari golongan Rawafid, 20 firqah dari golongan Khawarij,20 firqah dari golongan Qadariyah, 5 firqah dari golongan Murjiah, 3 firqah dari golongan Najjariyah, dan ditambah Bakariyah, Dharariyah, Jahmiah, dan Karamiyah. Sedangkan firqah yang terakhir (73) adalah Ahlusunnah wal Jama’ah. Secara beruntun Imam Baghdadi menyebut firqah-firqah tersebut. Kemudian pada bab kelima dijelaskan tentang Firqah Ahlussunnah wal-Jama’ah. Firqah ini yang disebut Rasulullah saw. dalam hadis yang artinya,"Bani Israil akan pecah menjadi 71 golongan, dan umatku akan pecah menjadi 72 golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu, yaitu al-jama’ah,". H.R. Ibnu Majah. Lantas muncul sebuah pertanyaan, siapakah jama’ah itu? Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Thabrani menyebutkan, "ma ana alaihi al-yauma wa ashabie," yang artinya seseorang yang bersamaku dan para sahabatku. Jadi dapat disimpulkan ahlusunnah wal jama’ah adalah golongan yang mengikuti jejak sahabat dan tabi’ien dalam menerima ayat mutasyabihat dan menyerahkan maknanya kapada Allah SWT dan beriman serta mengakui hadist bi tanpa harus menyelami (khoudh) lebih dalam Di antara ciri-ciri yang lain al-firqah al-najiyah yang disebut al-Baghdadi di antaranya adalah:

1. Mengakui dan mengimani sepenuhnya bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya.

2. Mengakui dan mengimani bahwa Nabi Muhammad saw. sebagai Nabi-Nya.

3. Mengakui dan mengimani bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah SWT dan bukan makhluk seperti anggapan muktazilah, orientalis dan Islam Liberal.

4. Mengakui dan mengimani bahwa Al-Qur'an yang benar adalah Mushaf Utsmaniy, yaitu Al-Qur'an yang ada di tangan umat Islam ini, bukan Al-Qur'an Fathimah sebagaimana diyakini Syi'ah dan bukan pula Tadzkirah (Al-Qur'an yang diyakini agama Ahmadiyah.

5. Tidak menambah, mengurangi, merobah atau memalsukan Al-Qur'an atau membuat Al-Qur'an Sendiri. 6. Menerima dan mengakui serta menjadikan hadis Rasulullah saw. sebagai landasan hukum yang ke-dua setelah Al-Qur'an dan tidak pula mengingkari.

7. Mengimani dan mempercayai bahwa Rukun Islam yang benar ada lima dan menolak segala bentuk Rukun Islam buatan manusia.

8. Mengimani dan meyakini bahwa Rukun Iman yang benar ada enam dan menolak segala bentuk Rukun Iman palsu.

9. Mengimani dan meyakini bahwa ibadah Haji umat Islam adalah di Baitullah (Ka'bah) Makkah al-Mukarramah. Dan menolak segala anggapan yang mengatakan bahwa tempat Ibadah Haji selain di Makkah adalah di Qum (Teheran Iran) di Lahore (India) dan tempat-tempat lainnya.

10. Mengimani dan meyakini bahwa Allah SWT mempunyai nama-nama dan sifat-sifat yang patut bagi kebesaran-Nya, dan menolak segala anggapan yang mengatakan bahwa Allah SWT tidak mempunyai sifat dan nama-nama. Dan bahkan ada di antara mereka yang mengharamkan membaca sifat-sifat Allah SWT. 11. Mengimani dan meyakini bahwa Nabi Muhammad saw. adalah nabi terakhir penutup para nabi dan rasul dan menolak semua nabi-nabi palsu.

12. Mencintai dan menghormati keluarga Nabi Muhammad saw. (Ahlul Bait) secara wajar dan proposional.

13. Mencintai dan menghormati sahabat Nabi Muhammad saw. termasuk kepada Khalifah yang emat secara wajar, tidak berlebihan dan tidak membenci salah satu di antara mereka dan mengkultuskan yang lainnya.

14. Mengimani dan mempercayai bahwa Rasulullah saw., Isra' dan Mi'raj dengan jasad dan ruh.

15. Mengimani dan meyakini adanya siksa dan nikmat kubur. 16. Mengimani dan meyakini adanya hari kebangkitan.

17. Mengimani dan meyakini adanya Shirat (sebuah jembatan atau titian yang melintang di atas neraka Jahannam). Dan menolak segala anggapan kaum orientalis, skularis, Islam Liberal – yang mengatakan bahwa Shirat itu tidak ada.

18. Mengimani dan meyakini adanya Mizan (Timbangan amal manusia di akhirat kelak).

19. Mengimani dan meyakini ada dan telah adanya surga dan neraka, serta menolak anggapan muktazilah yang mengatakan bahwa surga dan neraka tidak ada dan tidak akan pernah ada.

20. Mengimani dan meyakini bahwa Allah SWT dapat dilihat oleh penduduk surga di akhirat kelak.

21. Mengimani dan meyakini bahwa umat Islam dari umat Nabi Muhammad saw. bila telah meninggal dunia masih mendapat manfaat dari amal perbuatannya semasa hidup dan amal orang lain yang pahalanya dihadiahkan kepadanya.

22. Tidak membuat syari'at atau ajaran agama sendiri dengan mengatasnamakan Islam, dan menjadikan pemimpin alirannya sebagai nabi atau mempunyai otoritas kenabian atau bahkan menganggapnya mempunyai otoritas ketuhanan. Ciri-ciri Firqah Najiyah Pokok Keyakinan Firqah Najiyah Firqah Najiyah sangat berpergang teguh pada apa yang dibawa oleh Rasulullah saw. dalam aqidah, ibadah, akhlak, dan muamalah. Dalam aqidah, Firqah Najiyah selalu berpegang teguh pada apa yang ditunjukkan oleh Kitab-kitab Allah dan sunnah Rasulullah saw., yaitu tauhid yang murni dalam Uluhiyah, Rububiyah, dan Asma' wa Sifat Allah. Dalam masalah Ibadah Firqah Najiyah berpegang teguh sempurna pada merealisasi apa yang datang dari Nabi dalam masalah ibadah berupa jenis, sifat, waktu, dan tempatnya. Sehingga mereka tidak akan berbuat bid’ah dalam agama Allah, tetapi justru mereka sangat tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak mendahului Allah dan Rasul-Nya dalam memasukkan bentuk ibadah yang tidak diridhai-Nya. Dalam masalah akhlak mereka juga istimewa dari yang lainnya, yaitu dalam hal kebagusan akhlak seperti cinta akan kebaikan untuk orang-orang muslim, lapang dada, wajah berseri, bagus dan mulia ucapannya, berani dan akhlak mulia lainnya. Dan dalam masalah mu’amalah mereka bermu’amalah kepada manusia dengan jujur dan terus terang. Beberapa golongan Firqah Najiyah Imam Baghdadi mengklarifikasikan Firqah Najiyah menjadi delapan golongan yang selamat dari api neraka.. Delapan golongan itu adalah sebagai berikut: Yang pertama adalah golongan yang menguasai tauhid dan kenabian, dengan kata lain al-Mutakkalimin. Terbebas dari ideologi tasybieh (menyamakan Allah dengan makhluknya) dan ta’thiel (menafikan sifat Allah). Yang kedua adalah golongan ahli fiqih dari ahli ra’yi (logika) dan ahli hadis. Ahli ra’yi (logika) berpusat di Iraq yang dinahkodai oleh Imam Abu Hanifah sedangkan ahli hadis berpusat di Madinah yang dinahkodai Imam Malik. Mereka menetapkan ru’yah Al-Allah (melihat Allah), adanya shiraat (jembatan lebih kecil dari pada rambut dan lebih tajam dari pada pisau), syafa’at, dan bahwasanya Allah SWT. mengampuni semua dosa selain syirk (sekutu) dan seterusnya. Yang ketiga adalah golongan yang mengusai hadis nabi. Dapat membedakan yang shohih dan dhoif, dan mengetahui sebab-sebab jarah wa ta’dil (inkredibel dan kredibilitas perawi hadis). Yang keempat adalah golongan yang menguasai tentang ilmu adab, nahwu, tasrief. Lebih tepatnya ahli Lughah, seperti al-Kholiel, Sibawaihi, Akhfash. Semua ahl nahwu dari golongan Kufah (kufiyyien) ataupun Bashrah (basriyyien). Yang kelima adalah golongan yang menguasai ilmu wujuhi qira’ati al-Qur’an, Tafsir al-qur’an dan ta’wilnya yang sejalan atau sesuai dengan ahlusunnah wa al-Jama’ah. Yang keenam adalah golongan Ahli zuhud dan sufi, yang mereka ridha terhadap ketentuan Allah dan menyadari bahwa mata, telinga dan hati semua akan dipertanggung jawabkan, tidak melakukan kebaikan karena riya (ingin dilihat atau disanjung orang lain) dan seterusnya. Yang ketujuh adalah golongan mujahidin yang melindungi umat Islam dan berjuang demi tegaknya agama Islam. Dan yang kedelapan adalah daerah-daerah dimana syiar ahlusunnah wal jama’ah lebih tampak dari pada ahl dhalal wa ahwaa’ (golongan menyimpang dan mendahulukan nafsunya). Ada pertanyaan ?? Terima kasih atas perhatiannya. Daftar Pustaka

http://abuabdirrahman.arabblogs.com/archive/2007/11/390370.html

http://infoneka.blogspot.com/2012/11/apa-karakteristik-firqah-najiyah-yang.html

http://edukasi.kompasiana.com/2012/07/29/mengenal-firqoh-najiyah/
See the full transcript