Prezi

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in the manual

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI: INVESTASI ANTAR PERUSAHAAN

No description
by chivalrind ayuntari on 18 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI: INVESTASI ANTAR PERUSAHAAN

ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI: INVESTASI ANTAR PERUSAHAAN

1. Chivalrind Ghanevi A
2. David S
3. Muhammad Irfandy A
4. Sabrang Gilang G

Sekuritas Investasi
Perusahaan menginvestasikan aset dalam sekuritas investasi . Beberapa investasi merupakan penyimpanan sementara kelebihan kas dalam bentuk sekuritas yang diperdagangkan . Tujuan investasi ini adalah untuk menggunakan kas yang menganggur secara produktif. Sekuritas investasi dapat berupa sekuritas hutang atau sekuritas ekuitas
Akuntansi Ekuitas
Akuntansi metode ekuitas (equity method accounting) diperlukan untuk investasi antarperusahaan di mana perusahaan investor mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perusahaan yang diinvestasi, tetapi tidak mengendalikannya. Akuntansi metode ekuitas pada umumnya digunakan untuk investasi "saham dengan hak suara" (voting stock) sebesar 20% sampai 50% dari sekuritas ekuitas perusahaan.
Penggabungan Usaha
Keputusan penggabungan usaha meliputi revaluasi seluruh aset dan kewajiban yang diakuisisi menjadi nilai pasar. Perusahaan melakukan penggabungan usaha dengan alasan yang beragam diantaranya alasan ekonomis dan tidak nyata. Alasan ekonomis penggabungan usaha adalah (1) memperoleh sumber bahan baku, fasilitas produksi, teknologi, jaringan pemasaran, atau pangsa pasar yang tidak ternilai; (2) menjamin sumber keuangan atau akses terhadap sumber keuangan; (3) memperkuat manajemen; (4) meningkatkan efisiensi operasi; (5) mendorong diversifikasi; (6) mempercepat masuk ke pasar; (7) mencapai skala ekonomi; (8) memperoleh manfaat pajak.
Sekuritas Derivatif
Analisis Aktivitas Antar Perusahaan dan Aktivitas Internasional
1. Sekuritas Investasi
2. Akuntansi Ekuitas
3. Penggabungan Usaha
4. Sekuritas Derivatif
5. Pilihan Nilai Wajar
Dalam menjalankan usahanya, perusahaan memiliki berbagai macam resiko. salah satunya adalah resiko pasar.Untuk mengurangi resiko tsb,perusahaan melakukan lindung nilai. Instrumen keuangan yg merupakan lindung nilai diantaranya futures, opsi dan swap contract. Instrumen instrumen tersebut disebut derivatif.
Pilihan Nilai Wajar
SFAS 157 memberikan kerangka yang terintegrasi bagi akuntansi nilai wajar. SFAS 159 memberikan beberapa pilihan pada perusahaan untuk secara selektif melaporkan aset dan kewajiban keuangan pada nilai wajar. Kedua standar mengharuskan pengungkapan secara mendetail.
Akuntansi untuk sekuritas Investasi
19. Untuk Securitas yang diklasifikasikan sebagai available-for sale dan securitas yang diklasifikasikan sebagai held to maturity , semua pelaporan perusahaan harus mengungkapkan nilai wajar agregat , keuntungan kotor yang belum direalisasi , kerugian kotor yang belum direalisasi, dan konsep biaya amortisasi berdasarkan jenis securitas utama sebagai masing-masing tanggal dimana laporan posisi keuangan disajikan
Pengungkapan (SFAS 115 par 19-22)
20. Untuk investasi pada sekuritas hutang yang diklasifikasikan sebagai available-for-sale dan securitas yang diklasifikasikan sebagai held-to-maturity , semua pelaporan perusahaan harus mengungkapkan informasi mengenai jatuh tempo kontrak dari securitas tersebut sejak tanggal laporan terbaru dari posisi keuangan yang disajikan .
22 . Untuk setiap penjualan atau transfer dari securitas yang diklasifikasikan dalam kelompok held-to-maturity , jumlah biaya perolehan diamortisasi dari penjualan atau peralihan securitas, maupun yang belum direalisasi keuntungan atau kerugian , dan keadaan yang menyebabkan keputusan untuk menjual atau peralihan securitas harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan untuk setiap periode dimana hasil usaha disajikan .
21 . Untuk setiap periode dimana hasil usaha disajikan , perusahaan harus mengungkapkan :
a . Penerimaan dari penjualan securitas available-for-sale dan realisasi keuntungan kotor dan realisasi kerugian kotor penjualan tersebut
b . Dasar dimana biaya ditentukan dalam erhitungan realisasi laba atau rugi ( yaitu, identifikasi khusus , biaya rata-rata , atau metode lain yang digunakan )
c . Keuntungan kotor dan kerugian kotor dimasukkan dalam pendapatan dari transfer securitas dari kelompok available-for-sale ke kelompok trading
d . Perubahan keuntungan yang belum direalisasi bersih atau rugi yang tersedia untuk dijual yang telah dimasukkan dalam komponen terpisah dari ekuitas selama periode
e . Perubahan keuntungan yang belum direalisasi bersih atau kerugian perdagangan securitas yang telah dimasukkan ke dalam penghasilan selama periode tersebut .

Analisis Sekuritas Investasi
1. Memisahkan Kinerja dan Aset Operasi dari Kinerja dan Aset Investasi
(Mengapa??)
kinerja investasi perusahaan dapat mendistorsi kinerja operasi yang sesungguhnya. Maka,seorang analis akan mengeluarkan semua keuntungan (kerugian) yang terkait dengan aktivitas investasi termasuk dividen, pendapatan bunga, dan keuntungan dan kerugian yang telah dan belum direalisasi saat mengevaluasi kinerja operasi. Seorang analis juga perlu memisahkan aset operasi dan non operasi saat menentukan tingkat pengembalian aset operasi.
2. Menganalisis distorsi akuntansi dari sekuritas
Berikut adalah daftar distorsi potensial yang disebabkan oleh akuntansi untuk sekuritas investasi yang harus diwaspadai seorang analis:
Peluang untuk mengakui penjualan keuntungan (gains trading): Standar memberikan kesempatan mengakui penjualan keuntungan bagi sekuritas tersedia untuk dijual dan sekuritas yang dimiliki hingga jatuh tempo.
Kewajiban yang diakui sebesar biaya.
 Definisi sekuritas ekuitas yang tidak konsisten.
 Klasifikasi berdasarkan niat: Klasifikasi (dan akuntansi) atas sekuritas investasi bergantung pada niat manajemen, yang mengacu pada tujuan manajemen dalam kaitannya dengan disposisi sekuritas.

Mekanisme Akuntansi
Terdapat beberapa hal penting terkait dengan metode akuntansi ekuitas:
 Akun investasi mencerminkan proporsi kepemilikan ekuitas pemegang saham atas perusahaan investasi.
 Laba investasi (proporsi kepemilikan atas laba perusahaan investasi) harus dipisahkan dari laba operasi utama dalam analisis laba perusahaan investor
 Berbeda dengan pelaporan available for sale securities dan trading securities yang lebih dulu dibahas dalam bab ini, investasi yang dicatat dengan metode ekuitas dilaporkan pada harga perolehan yang disesuaikan, bukan pada nilai pasar.
 Investor harus menghentikan penggunaan metode akuntansi ekuitas bila investasi menurun sampai nol dan tidak mencatat tambahan kerugian kecuali investor menjamin kewajiban perusahaan investasi, atau sebaliknya berkomitmen untuk menyediakan dukungan keuangan lebih lanjut bagi perusahaan investasi.
 Jika jumlah investasi awal melebihi proporsi kepemilikan atas nilai buku perusahaan investasi, kelebihan tersebut dialokasikan pada aset berwujud dan aset tidak berwujud yang disusutkan/diamortisasi selama masa manfaatnya.
Implikasi Analisis
1. Pengakuan Laba Perusahaan Investasi
Metode akuntansi ekuitas mengasumsikan bahwa setiap dolar yang dihasilkan oleh anak perusahaan setara dengan setiap dolar yang dihasilkan untuk investor, meskipun tidak diterima tunai.
2. Investasi Modal yang Tidak Diakui
Akun investasi sering disebut sebagai konsolidasi satu baris, karena akun investasi tersebut mencerminkan persentase kepemilikan investor atas ekuitas pemegang saham perusahaan investasi.
3. Cadangan Pajak atas Laba Anak Perusahaan yang Tidak Dibagikan
Jika laba anak perusahaan yang tidak dibagikan termasuk dalam laba akuntansi sebelum pajak induk perusahaan (melalui konsolidasi atau metode akuntansi ekuitas), diperlukan cadangan pajak (tax provision).

Mendefinisikan Derivatif
1. (futures contract) merupakan perjanjian antara dua atau lebih pihak untuk membeli atau menjual komoditas tertentu atau aset keuangan pada tanggal tertentu di masa depan (yang disebut tanggal penyerahan) pada harga tertentu.
2. (swap contract) merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih untuk menukar arus kas masa depan.
3. (option contract) memberikan hak pada suatu pihak bukan kewajiban untuk melakukan suatu transaksi.
Klasifikasi dan Akuntansi Derivat
if
Pengungkapan Instrumen Derivatif
1. Pengungkapan Kualitatif
Biasanya menjelaskan jenis aktivitas lindung nilai yang dilakukan perusahaan dan metode akuntansi yang digunakan.
2. Pengungkapan Kuantitatif
Menyajikan informasi kuantitatif terkait dengan aktivitas lindung
3. Risiko Tingkat Bunga yang Dihadapi
Aktivitas lindung nilai terkait dengan tingkat bunga adalah perjanjian swap. Biasanya, utang dengan tingkat bunga variabel memberikan tingkat bunga yang lebih rendah dibandingkan utang dengan tingkat bunga tetap. Jadi, perusahaan dapat menurunkan biaya bunganya melalui swap.

4. Risiko Nilai Tukar Valuta Asing
Risiko nilai tukar valuta asing terkait dengan investasi pada anak perusahaan, dan utang anak perusahaan yang dinyatakan dalam valuta asing
Analisis Derivatif
1. Tujuan penggunaan derivatif
mengidentifikasi tujuan perusahaan menggunakan derivatif dinilai sangat penting. hal ini disebabkan oleh resiko terkait dengan derivatif spekulasi lebih tinggi dibandingkan derivatif untuk lindung nilai.
2. Resiko yang dihadapi dan Efektivitas strategi lindung nilai
Saat seorang analis menyimpulkan bahwa suatu perusahaan menggunakan derivatif sebagai lindung nilai, ia harus menganalisis risiko dasar suatu perusahaan, strategi manajemen risiko perusahaan, aktivitas lindung nilainya, dan efektivitas operasi lindung nilai.
3.Risiko Khusus Transaksi versus Risiko Perusahaan secara Keseluruhan
Perusahaan melakukan lindung nilai atas risiko khusus yang terkait dengan transaksi, komitmen, aset, dan/atau utang tertentu. Meskipun melindungi risiko tertentu biasanya mengurangi keseluruhan risiko yang dihadapi perusahaan terhadap variabel ekonomi mendasar, perusahaan jarang menggunakan derivatif dengan tujuan untuk melakukan lindung nilai atas keseluruhan risiko perusahaan.
4. Cakupan dalam Laba Operasi atau Non-operasi
Masalah analisis lainnya adalah apakah keuntungan dan kerugian instrumen derivatif yang sudah (belum) direalisasi akan dimasukkan sebagai bagian dari laba operasi atau non-operasi. Jika derivatif merupakan instrumen lindung nilai, keuntungan dan kerugian belum (sudah) direalisasi seharusnya tidak termasuk dalam laba operasi.
Ketentuan Nilai Wajar
1. Aset dan Kewajiban yang Sesuai untuk Pilihan Nilai Wajar
SFAS 159 memperbolehkan perusahaan untuk melaporkan rangkaian luas aset (kewajiban) keuangan pada nilai wajarnya. Namun, hal berikut tidak diperkenankan dalam SFAS 159 untuk dilaporkan dalam nilai wajarnya, sebagai berikut: (1) investasi pada anak perusahaan yang perlu dikonsolidasi, (2) aset (kewajiban) imbalan pascapensiun, (3) aset (kewajiban) sewa guna usaha, (4) kontrak asuransi jenis tertentu, (5) komitmen pinjaman, dan (6) investasi metode ekuitas dengan kondisi tertentu.
2. Ketentuan Pelaporan
Jika perusahaan memilih pilihan nilai wajar untuk aset (kewajiban), ketentuan berikut ini akan mengikutinya:
• Nilai yang tercatat dari aset (kewajiban) dalam neraca akan selalu pada nilai wajarnya pada saat tanggal neraca.
• Semua perubahan dalam nilai wajar aset (kewajiban), termasuk keuntungan dan kerugian yang belum direalisasikan akan dimasukkan dalam laba bersih.
• Perusahaan dapat memilih untuk melaporkan porsi keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi secara berbeda dengan komponen arus kas (seperti bunga, dividen, atau keuntungan dan kerugian yang belum diakui) atau bersama-sama.
Implikasi Analisis
1. Keandalan Pengukuran Nilai Wajar
Analis memiliki tugas untuk mengevalusi keandalan pengukuran nilai wajar dan akibatnya terhadap laporan keuangan.
2. Adopsi Oportunistis dari SFAS 159
SFAS 159 memperbolehkan suatu perusahaan melakukan pembatasan siginifikan mengenai aset atau kewajiban khusus apa yang dapat diberlakukan pilihan nilai wajar. Seorang analis perlu melakukan verifikasi apakah pemilihan nilai wajar merupakan tindakan oportunistis dengan tujuan mempercantik laporan keuangan.
Akuntansi Penggabungan Usaha
FASB mengeluarkan dua standar penting (SFAS 141 "Business Combination" dan SFAS 142 "Goodwill and Other Intangible Assets") terkait dengan akuntansi dan pelaporan penggabungan usaha. Standar ini mengharuskan penggunaan metode pembelian dalam akuntansi akuisisi dan tidak diamortisasinya goodwill.
Dalam akuntansi metode pembelian, perusahaan harus mengakui nilai pasar wajar aset berwujud dan aset tak berwujud yang diperoleh dalam neracanya yang diakui bersamaan dengan nilai pasar wajar dari kewajiban yang diasumsikan. Selanjutnya, aset berwujud disusutkan dan aset tak berwujud yang dapat diidentifikasi diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya. SFAS 142 menyatakan bahwa goodwill tidak lagi diamortisasi. Pendekatan nonamortisasi ini, akan diaplikasikan pada goodwill yang telah diakui sebelumnya maupun goodwill yang baru diperoleh. Goodwill akan diuji setiap tahun untuk penurunan nilai. Jika nilai buku goodwill melebihi nilai wajarnya, rugi penurunan nilai akan diakui sebesar selisih tersebut.
Laporan keuangan konsolidasi melaporkan hasil operasi dan kondisi keuangan perusahaan induk dan anak perusahaannya dalam satu perangkat laporan.
Mekanisme Konsolidasi
Konsolidasi meliputi dua langkah: agregasi dan eliminasi. Pertama, laporan keuangan yang telah dikonsolidasi menggabungkan aset, kewajiban, pendapatan, dan beban anak perusahaan dengan pos yang berhubungan dengan laporan keuangan perusahaan induk. Langkah kedua adalah mengeliminasi transaksi antarperusahaan (atau pos resiprokal) untuk menghindari penghitungan ganda (double counting) atau laba yang diakui prematur.
Penurunan Nilai Goodwill
Goodwill yang dicatat dalam proses konsolidasi memiliki umur yang tak terbatas, dan karenanya tidak diamortisasi. Namun, goodwill ditelaah setiap tahun untuk penurunan nilai (impairment).
Akuntansi
Penyatuan untuk Penggabungan
Usaha
Perbedaan antara metode penyatuan dan akuntansi pembelian terletak pada jumlah yang dicatat sebagai investasi awal dalam perusahaan yang diakuisisi.
Untuk analisis, berikut adalah ringkasan akibat yang mungkin timbul dari akuntansi penyatuan yang membedakannya dari akuntansi pembelian:
• Aset diperoleh dan dibawa pada nilai buku, bukan pada nilai pasar yang tersedia.
• Penyajian aset yang lebih rendah (understatement) menghasilkan ekuitas gabungan yang lebih rendah.
• Penyajian aset yang lebih rendah (understatement) (termasuk persediaan, aset tetap, goodwill, dan aset tidak berwujud) menghasilkan beban yang lebih rendah (seperti harga pokok penjualan, penyusutan, dan amortisasi) dan menghasilkan laba yang lebih tinggi.
• Penyajian aset yang lebih rendah kemungkinan menghasilkan keuntungan penghentian aset yang lebih tinggi.
• Penyajian ekuitas yang lebih rendah atau penyajian laba yang lebih tinggi menghasilkan rasio return on investment-ROI yang lebih tinggi.
• Laporan laba rugi dan neraca gabungan disajikan kembali untuk seluruh periode yang dilaporkan.
Masalah-masalah dalam
Penggabungan Usaha

Pertimbangan Kontinjen, yi kondisi dimana disetujui bahwa penambahan uang akan dibayarkan oleh pembeli kepada penjual jika target kinerja masa depannya tercapai oleh perusahaan yang dikombinasi. Dengan sistem akuntansi kini, pembayaran masa depan dengan pengembalian tinggi, diakui sebagai tambahan biaya pembelian ketika uang sudah dibayarkan (biasanya disebut kenaikan goodwill).
Alokasi Total Biaya
Setelah total harga/biaya perolehan aset yang diakuisisi dapat ditentukan, harga perolehan tersebut harus dialokasikan ke masing-masing aset. Aset yang dapat diidentifikasi meliputi aset tidak berwujud dan aset berwujud. SFAS 141 mengharuskan perusahaan untuk mengidentifikasi dan menilai kategori aset tak berwujud yang spesifik, meliputi:
1. Merek dagang dan aset lain yang terkait dengan pemasaran.
2. Kesepakatan untuk tidak bersaing.
3. Daftar pelanggan, kontrak, dan aset lain yang terkait dengan pelanggan.
4. Aset tak berwujud yang terkait dengan seni artistik seperti tulisan atau lagu, video dan bahan audiovisual, termasuk program televisi dan video musik.
5. Aset tidak berwujud yang terkait dengan hubungan kontraktual seperti lisensi, royalti, iklan, dan kontrak manajemen, perjanjian sewa guna usaha atau waralaba, hak penyiaran, kontrak kerja, dan sejenisnya.
6. Paten, perangkat lunak komputer, basis data, rahasia dagang atau formula rahasia, dan aset lain yang terkait dengan teknologi.

Masalah-masalah dalam
Penggabungan Usaha

Utang dalam Laporan Keuangan Konsolidasi
Kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasi tidak beroperasi sebagai lawan aset.
Keuntungan dari Penawaran Perdana Saham Anak Perusahaan
IPO menjadi makin umum dilakukan oleh anak perusahaan karena perusahaan berusaha mendapatkan laba yang tidak diakui (unrecognized gain) dalam nilai saham anak perusahaannya, dan pada saat yang sama mempertahankan pengendalian atas anak perusahaan.

Penjualan dan Pendapatan sebelum Akuisisi
Saat akuisisi anak perusahaan dilakukan di pertengahan tahun, perusahaan hanya melaporkan ekuitas mereka dalam pendapatan dari anak perusahaan dari tanggal akuisisi ke depan. Terdapat dua metode menurut GAAP untuk mencapai hal tersebut:
1. Perusahaan dapat menerbitkan laporan laba rugi konsolidasi dengan penjualan, beban, dan laba anak perusahaan dari tanggal akuisisi ke depan.
2. Perusahaan dapat melaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasinya penjualan dan beban anak perusahaan seluruh tahun dan menarik laba sebelum akuisisi sehingga hanya laba setelah akuisisi yang dimasukkan dalam laba bersih konsolidasi.

Push-Down Accounting
Akuntansi pembelian (purchase accounting) mensyaratkan aset dan kewajiban perusahaan yang diakuisisi dimasukkan dalam laporan keuangan konsolidasi perusahaan pengakuisisi pada nilai pasarnya.
Masalah-masalah dalam
Penggabungan Usaha

Keterbatasan Tambahan dalam Laporan Keuangan Konsolidasi
1. Laporan keuangan masing-masing perusahaan yang membentuk entitas yang lebih besar tidak selalu dibuat berdasarkan basis yang dapat diperbandingkan.
2. Laporan keuangan konsolidasi tidak mengungkapkan pembatasan penggunaan kas di masing-masing perusahaan.
3. Perusahaan dengan kondisi keuangan yang buruk sering kali digabungkan dengan perusahaan yang kondisi keuangannya kuat, sehingga mengaburkan analisis kita—karena aset satu perusahaan yang dikonsolidasikan tidak dapat digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan yang lain.
4. Tingkat transaksi antarperusahaan tidak dapat diketahui, kecuali prosedur yang mendasari proses konsolidasi dilaporkan laporan konsolidasi umumnya hanya menyajikan hasil akhir.
5 Akuntansi untuk konsolidasi anak perusahaan keuangan dan asuransi menimbulkan masalah khusus bagi analisis.
Konsekuensi Akuntansi Goodwill
Definisi akuntansi atas goodwill. Goodwill merupakan selisih lebih antara harga perolehan dan nilai pasar wajar aset bersih yang diperoleh dalam transaksi pembelian. Dari segi analis, Goodwill mencerminkan nilai ekonomis nyata seperti nama dagang yang memerlukan pengembangan dan pemeliharaan yang mahal dan kelebihan pembayaran karena harapan yang tidak realistis, antusiasme yang berlebihan, atau tiadanya penilaian, atau analisis yang tepat.
See the full transcript