Prezi

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in the manual

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Pasar Kaget Gasibu

No description
by nadhira sagita Putri on 21 April 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Pasar Kaget Gasibu

Tujuan Penelitian Metodologi Pengumpulan Data dan Analisis 40% 20% Rekomendasi Solusi Pasar Kaget Gasibu Pandit Purnajuara/16612038
Kezia Theresia/16612116
Henry Daud/16612134
Nadhira Sagita Putri/16612284
Stanislaus Cristo/16612302 Latar Belakang Fungsi awal Gasibu (Gabungan Sepak Bola Indonesia Bandung Utara) adalah fasilitas olah raga. Gasibu juga berdampingan dengan kolam renang yang terletak di antara utara jalan Diponegoro dan selatan jalan Surapati yang terletak pada area Gasibu.

Berbagai masalah seperti parkir ilegal, kebijakan
yang belum jelas, padatnya pedagang yang tidak
tertib, dan menumpuknya sampah menjadi hal
yang melatarbelakangi pengamatan pasar kaget ini. Map Pedagang tidak
ditertibkan Parkiran Ilegal Kebijakan tidak
jelas dan tegas Sampah Menumpuk Ekspansi Daerah Dagang Tidak nyaman dan tidak aman Lapangan Gasibu tidak cukup Kemacetan Diagram Analisis Situasi Dengan mempertimbangkan latar belakang dan analisis data tersebut, berikut tujuan penelitian kami Ketidakteraturan pedagang pada pasar kaget gasibu Tidak adanya penertiban atau pengaturan pedagang pada pasar kaget gasibu Tidak adanya tempat parkir untuk kendaraan bermotor Lapangan gasibu yang tidak cukup unuk menampung pedagang Kemacetan yang disebabkan oleh pedagang yang tumpah ke ruas jalan, serta badan jalan yang diambil untuk parkir kendaraan bermotor. Volume sampah yang banyak setelah aktivitas pasar kaget gasibu Metode Pengambilan Data Pencarian data via internet Survei situasi lapangan Wawancara stakeholder (pedagang & pembeli) Wawancara instansi pemerintah (Bappeda) Waktu dan Tempat Pasar Kaget Gasibu
7 dan 14 April 2013 Kantor Bappeda, Dago
15 April 2013 Instrumen Pengambilan Data Laptop Kamera Video Camera Alat tulis Pelanggaran Kebijakan Pemerintah Berdasarkan wawancara dengan
staf Bappeda, kawasan Gasibu
dan Japati direncanakan menjadi
Ruang Terbuka Hijau. Namun, Lapangan Gasibu dijadikan tempat perdagangan yang ilegal oleh masyarakat Para pedagang mengeluarkan retribusi Rp 1000,00/perblok dalam m2 namun bukan dari kebijakan pemerintah Lalu untuk siapa? Pemerintah kota Bandung cukup kewalahan mengelola Gasibu tersebut, sehingga saat ini asset sudah menjadi milik provinsi Jawa Barat dalam pengelolaan. Namun, fungsi plot Gasibu tetap RTH (Ruang Terbuka Hijau) sesuai pengembangan pemerintah kota Bandung. Pedagang yang tidak dikelola dengan baik Kepadatan Pedagang Pedagang sementara yang berasal dari beberapa pasar tetap seperti Pasar Cimahi, Arcamanik, Gede Bage, dan lainnya. Kepadatan pedagang yang sudah kami perhitungkan sekitar 214 pedagang pada wilayah keliling 400 meter = 2000 pedagang Kepadatan ini menyebar ke sepanjang jalan
Japati dan Diponegoro Masalah Tujuan Memberikan alternatif solusi masalah-masalah yang diakibatkan oleh pasar kaget Gasibu pada hari Minggu. Dana Retribusi Ada biaya retribusi Rp1000 per blok dalam m2 Teknis retribusi ini menggunakan karcis dan dana tersebut berfungsi untuk kebersihan dan keamanan namun tidak jelas jatuh ke tangan siapa Dana tersebut relatif murah yang mengakibatkan jumlah pedagang yang terus bertambah dan kurang pengelolaan yang baik. Lokasi yang tidak layak Kebijakan pemerintah yang berubah terjadi pada lahan rumput Gasibu yang sudah dibeton Area Gasibu digunakan pula untuk konser akbar, hal ini yang menyebabkan kelayakan infrastruktur berkurang Beberapa titik pada Gasibu sudah mengalami kerusakan, seperti berlobang atau hancur. Pada saat musim hujan, arena trek Gasibu berubah menjadi lumpur dan area pasar kaget menjadi sangat kumuh. Kemacetan Jalan Diponegoro Jalan Surapati Mengalami kemacetan sepanjang 60 m terjadi kemacetan 115 kendaraan setiap 45 meter selama 5 menit. Angkutan umum yang menaik-turunkan penumpang di tepi jalan Disebabkan Pejalan kaki berjalan di jalan raya Pedagang berada di kedua
tepi jalan Parkiran motor dan pedagang dengan mobil secara illegal -Tidak ada titik untuk halte
-Angkutan mengetem
-setiap 10 detik ada angkutan umum
yang menepi di jalan tersebut. -Jumlah pedagang yang kami amati sebanyak 45-50 pedagang pada area tersebut sementara plot lokasi tiap pedagang lebih dari 2 meter -mayoritas terdapat di jalan diponegoro dan sentot alibasyah Sampah Data yang kami dapatkan pada 2011 sebanyak 10-15 m3 sampah diangkut dinas kebersihan kota Bandung (Maria Hardyanto : 2011). Tentunya 2013 data akan meningkat diiringi oleh penambahan jumlah pedagang. Pengamatan kami bahwa tidak ada lokasi pembuangan sampah terpadu para pedagang atau pembeli Ide Alternatif Solusi Jadikan ruang terbuka hijau Adakan relokasi Car free day ini akan dimulai dari lokasi CIMB Niaga Ir. H. Juanda menuju Bank Indonesia. Car free day tersebut akan ditutup dan digunakan seluruh PKL Gasibu untuk berdagang. Gedung UKM hasil kerjasama dengan pemerintah akan dibangun pada lokasi yang tidak jauh dari lokasi awal. Sistem retribusi pun akan digolongkan berdasarkan klasifikasi profit pedagang untuk memberikan tanggung jawab memelihara infrastruktur Sterilisasi Gasibu dan relokasi pada wilayah fungsi perdagangan. Namun, aspek sosial perlu diperhatikan untuk relokasi pedagang pada area pasar yang dikelola secara legal Solusi lainnya..... Dijadikan lokasi perdagangan Car free day Surapati&Diponegoro Car free day akan melarang seluruh kendaraan yang berada di Surapati (mulai perempatan Dago hingga PUSDAI Surapati). Sedangkan Diponegoro, car free day akan ditutup mulai kantor pos Gedung Sate hingga GKI Maulana Yusuf. Klasifikasi pedagang Area makanan, pakaian pria, pakaian wanita, dan lainnya akan diklasifikasikan pada plot area tertentu. Klasifikasi ini akan mempermudah masyarakat dan pengelola untuk meningkatkan fungsi pasar tersebut. Pemerintah dan pengelola menyediakan parkiran khusus untuk seluruh kendaraan agar tidak ada parkiran illegal Tempat parkir Hasil Analisis Kepadatan
Pedagang Kajian Sosial Solusi Kajian Teknis Keuntungan bagi pedagang cukup besar Terjadi perputaran ekonomi yang masif ketergantungan pedagang akan
pasar Gasibu sebagai
sumber pendapatan Adanya dana bagi
keamanan dan kebersihan Kurang ada penertiban pedagang Tidak ada database yang
jelas tentang data pedagang Relokasi pedagang ke car free day atau gedung UKM Pembuatan database dari
jumlah pedagang agar jumlah
tidak terus bertambah Klasifikasi pedagang Dana
Retribusi tingkat keamanan
dan kebersihan
meningkat Solusi Sisi Teknis Sisi Sosial Dana yang dihasilkan dari
retribusi terlalu sedikit
menyebabkan ketidaklayakan Tidak ada pengelolaan
dari pemerintah Pengevaluasian pemerintah
terhadap dana retribusi Sosialisasi pedagang terhadap fungsi dana retribusi Penaikan harga retribusi
agar pengelolaan lebih terjamin Lokasi Kajian Sosial Solusi Kajian Teknis Terletak di tengah kota
maka mudah dijangkau oleh
masyarakat luas Lokasi tidak mencukupi maka
itu pedagang turun ke jalan Beberapa titik Gasibu rusak
dan berlubang Relokasi pedagang ke
car free day atau
Gedung UKM Kemacetan pada
Jalan Surapati Kajian Sosial Solusi Kajian Teknis Tidak aman dan rawan
terjadi kecelakaan Terjadi kepadatan kendaraan sepanjang 60 m Disebabkan parkir ilegal Disebabkan pengunjung yang berjalan/menyebrang di jalan raya & turun dari angkutan umum Tidak ada pengaturan
dari polisi Dibuat car free day di jalan
Surapati & Diponegoro pengaturan jalan oleh polisi yang ditangani serius Pelarangan parkir ilegal
dan disediakan lahan parkir Kemacetan pada
Jalan Diponegoro Kajian Sosial Solusi Kajian Teknis Tidak aman dan rawan terjadi kecelakaan Disebabkan pedagang yang
berjualan di dua di tepi jalan Disebabkan pengunjung
yang menutupi jalan Tidak ada kebijakan pemerintah untuk
penertiban Dibuat car free day di jalan surapati dan diponegoro pengaturan jalan oleh polisi
yang ditangani serius Pelarangan parkir ilegal dan
disediakan lahan parkir Kebijakan pemerintah Kajian Sosial Solusi Kajian Teknis Jika dibuat pelarangan kegiatan
penjualan, masyarakat akan
kehilangan mata pencarian kebijakan pemerintah tidak
konsisten pengalihfungsian lokasi dari
tempat olahraga menjadi tempat
berjualan Kebijakan harus dievaluasi dan
dikontrol Penetapan fungsi utama gasibu Sampah Kajian Sosial Solusi Kajian Teknis mengganggu aktivitas pada
hari minggu dan pada hari kerja pasar kaget menghasilkan
volume sampah 10-15 m3 tidak terdapat tempat
pembuangan sampah
terpusat Disediakan tempat sampah yang banyak dan layak Pemberlakuan Retribusi Legal untuk Para Pedagang Pengelompokkan Area Penjualan Berdasarkan Objek yang Dijual Mengingat omset rata-rata yang didapat oleh setiap pedagang cukup tinggi, maka amat ideal jika retribusi yang diterapkan akan seimbang dengan hasil pemasukan penjual.
Retribusi yang terkumpul akan dialokasikan untuk pembangunan sarana-sarana fasilitas pedagang itu sendiri di samping sarana penunjang lainnya seperti tempat sampah untuk kebersihan. pengklasifikasian pedagang dengan mengelompokkan area penjualan berdasarkan objek yang dijual akan berdampak pada kenyamanan dan ketertiban pembeli dan pedagang Pembuatan Pembatasan Jalan bagi Pembeli Kebijakan-kebijakan tersebut akan dilengkapi dengan pembuatan pembatasan jalan bagi pembeli yang hendak membeli barang jualan yang ditawarkan di pinggir jalan sepanjang Jalan Diponegoro maupun Jalan Surapati. Pengadaan Peraturan yang Tegas
dan Konsekuen Permasalahan tersebut sebenarnya dapat langsung teratasi dengan pemberlakuan peraturan larangan berjualan di area Gasibu, mengingat hal itu bertolak belakang dengan kebijakan awal perencanaan kota yang menjadikan Gasibu sebagai area Tata Ruang Wilayah untuk Ruang Terbuka Hijau. THANK YOU for your attention
See the full transcript