Prezi

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in the manual

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kasus Melarikan Anak di Bawah Umur

No description
by Bambang Prakoso on 9 April 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kasus Melarikan Anak di Bawah Umur

KASUS PASAL YANG DISANGKAKAN KRONOLOGIS KEJADIAN PENYELESAIAN Korban : WIDIA SANTIKA, lahir di Alam Panjang Kampar pada 31 Desember 1994 (saat kejadian berusia 17 tahun) Pasal 332 ayat (1) angka 1 KUHPidana "Bersalah melarikan wanita diancam dengan pidana penjara; paling lama tujuh tahun, barang siapa membawa pergi seorang wanita yang belum dewasa, tanpa dikehendaki orang tuanya atau walinya tetapi dengan persetujuannya. dengan maksud untuk memastikan penguasaan terhadap wanita itu, baik di dalam maupun di luar perkawinan" Pada hari Rabu, 7 Desember 2011 sekira jam 11.00 WIB di Persimpangan Jalan HR Subrantas dengan Jalan Garuda Sakti Kec. Tampan Kota Pekanbaru, korban dijemput oleh terlapor menggunakan Mitsubhisi L300.
Korban diajak oleh terlapor jalan-jalan menuju Pandau Permai kemudian diturunkan di Jalan Jenderal Pekanbaru.
Terlapor memuat buah nanas di tempat orang tua korban.
Terlapor kembali menjemput korban di Jalan Jenderal Pekanbaru, kemudian bersama-sama menuju ke Bukit Tinggi Sumbar untuk menurunkan buah nanas.
Selanjutnya korban dan terlapor menuju ke tempat penggilingan padi milik orang tua terlapor di Pariaman Sumbar.
Korban dan terlapor tidur di penggilingan padi tersebut sekaligus melakukan hubungan badan.
8 Desember 2011 orang tua terlapor menyarankan agar korban diantar kembali ke rumahnya, mereka tiba pukul 3.30 WIB di rumah korban. Penyelesaian perkara ini dilakukan tanpa melalui proses persidangan, tetapi melalui proses perdamaian. Di mana pihak keluarga terlapor memberikan biaya "sagu hati" kepada keluarga korban sebesar Rp. 20.000.000,- dan seekor kerbau. Proses penyidikan dihentikan karena ada pencabutan pengaduan (vide Pasal 75 KUHPidana). IDENTITAS Terlapor : HENDRA Pasal 81 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak "Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah)" KESIMPULAN Dalam hal ini sebenarnya terjadi viktimisasi berkelanjutan pada korban. Selain menjadi korban pelarian anak di bawah umur, WIDIA SANTIKA juga menjadi korban dari hukum adat setempat. Hukum adat yang menempuh jalur damai di antara kedua keluarga dari korban dan terlapor, sebenarnya tidak mencerminkan keinginan dari korban, tetapi lebih kepada keinginan keluarga dan masyarakat setempat. Inilah mengapa dia menjadi korban dari hukum adat setempat karena biaya sagu hati, sebenarnya tidak mencerminkan rasa keadilan bagi WIDIA SANTIKA.

Kepolisian mengedepankan proses restorative justice. MELARIKAN ANAK
DI BAWAH UMUR
See the full transcript