Prezi

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in the manual

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Sifat Tercela (Ananiah, ghadab, Hasad, gibah, namimah)

No description
by Tresna Agustian on 17 September 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Sifat Tercela (Ananiah, ghadab, Hasad, gibah, namimah)

adakah sifat tercela seperti ini : Mari Kita lihat ke dalam hati kita! Jangan-jangan kita pernah : SIFAT SIFAT TERCELA Presented By D'Jvu Ananiah Ghadab Hasad Ghibah Ananiah Ananiyah berasal dari kata ana artinya ‘aku’, Ananiyah berarti ‘keakuan’.
Sifat ananiyah ini biasa disebut egoistis
yaitu sikap hidup yang terlalu mementingkan diri sendiri bahkan jika perlu dengan mengorbankan kepentingan orang lain. Sikap ini adalah sikap hidup yang tercela, karena cenderung berbuat yang dapat merusak tatanan pergaulan kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari penyakit mental ini dapat diketahui dari sikapnya yang selalu mementingkan dan mengutamakan kepentingan dirinya diatas segala-galanya, tanpa mengindahkan kepentingan orang lain. Dampak Negatif Dari Sifat Ananiyah
Sifat Ananiyah akan melahirkan sifat Egosentris, artinya mengutamakan kepen-tingan dirinya diatas kepentingan segala-galanya. Mereka melihat hanya dengan sebelah mata bersikap dan mengambil tindakan hanya didorong oleh kehendak nafsu. Nafsulah yang menjadi kendali dan mendominasi seluruh tindaknnya. Standar kebenaranpun ditentukan oleh kepentingan dirinya. Hal semacam ini di larang. Ghadab = Marah Ghadab (pemarah) artinya orang yang suka marah. Sedangkan marah artinya berontaknya jiwa dalam menghadapi sesuatu yang tidak disenangi atau marah adalah luapan hawa nafsu, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan yang tidak terkendali. Allah SWT juga menjanjikan kepada orang-orang yang sanggup menahan amarahnya dengan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. “…..dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disedikan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memanfaatkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Qs Ali Imran : 133 –134) Jika terlajur marah, maka sikap yang diajarkan Rasulllah SAW adalah “Sesungguhnya marah itu dari syetan dan sesungguhnya setan itu dijadikan dari api dan api akan mati dengan (disiram) air, maka apabila marah seseorang di antara kamu, maka berwudhulah.” (HR Abu Dawud) Bahaya sifat pemarah
Adapun bahaya sifat pemarah antara lain:

dibenci oleh Allah SWT, teman dan masyarakat
menimbulkan permusuhan
retaknya tali persaudaraan


3. Cara menghindari sifat pemarah antara lain sebagai berikut:
a. membaca ta’awuz
b. seringlah membaca istigfar
c. apabila marah segeralah mengambil air wudhu
d. jika saat marah itu kita sedang berdiri, segeralah duduk dan jika dalam keadaan duduk, segeralah berbaring Hasad Hasad artinya menaruh perasaan benci, tidak senang yang amat sangat terhadap keberuntungan atau kenikmatan yang di peroleh.
Hasad merupakan akhlak yang tercela, harus dihindari dalam kehidupan sehari- hari. Wujudnya seperti memusuhi, menjelek- jelekan, mencemkan nama baik orang lain, dan lain- lain. Sabda Rasullah “Telah masuk kedalam tubuhmu penyakit – penyakit umat dahulu, ( yaitu ) benci dan dengki. Itulah yng membinasakan agama, .”
( Hr. Abu Daud Tirmidzi ) Bahaya Sifat Hasad
Rasulullah SAW menggambarkan buruknya sifat hasad seprti api yang membakar kayu bakar, sebagia perusak dan penghancur Sendi-sendi agama, artinya orang bersikap dan berbuat dengki pada dasarnya sama dengan penghancur agama. Hasad harus dihindari karena merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Adapun bahaya hasad antara lain:

menimbulkan permusuhan dan pertikain
menimbulkan perasaan dendam
menghilangkan persahabatan
tidak disenangi oleh orang banyak
menghilangkan semua aml baik yang telah dilakukan
dibenci Allah SWT ( mendapat dosa )
Cara menghindari sifat hasad,antara lain
a. meningkatkan iman dan taqwa kerada Allah SWT.
b. mendekatkan diri kepada Allah SWT,dengan harapan hati dan pikiran menjadi
tenang.
c. menyadari bahwa hasad dapat menghupus kebaikan.
d. mempererat tali persaudaraan guna terjalin kerukunan dan kebersamaan
e. meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT
f. menumbuhkan sifat qan’ah ( merasa cukup terhadap apa yang dimiliki ) Ghibah ghibah dalam bahasa disebut mengumpat dan mengunjing (menggosip). Sedangkan menurut istilah ghibah adalah menyebut atau memperkatakan seseorang dibelakang dirinya apa yang dibencinya. Firman Allah SWT. “dan janganlah kamu mencari – cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian mengunjing sebahagian yang lain. Sukakahsalah seorang diantara kamu memakn daging saudaranya yang mati? Maka tentulah merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” ( Qs. Al Hujarat : 12 ) Akibat negatif yang ditimbulkan perbuatan Ghibah antara lain :
a. menimbulkan perpecahan umat, pertengkaran atau bahkan pertempuran.
b. Merusak persaudaraan antara muslim
c. tidak akn masuk surga, karena Allah SWT membecinya
d. melemahkan kekuatan umat islam karena tidak adanya persatuan dan kesatuan Cara Menghindari perbuatan Ghibah
a. menyadari bahwa Allah SWT membenci orang yang memggunjing ( Ghibah )
b. mengingat bahwa kita juga memiliki kekurangan, karena tidak ada manusia yang tidak memiliki cela atau aib yang memunkinkan untuk digunjing orang lain.

Namimah Namimah atau mengadu domba adalah usah atau perbuatan seseorang baik berupa ucapan atau perbuatan yang bertujuan mengadu domba satu orang dengan orang lain, satu golongan dengan golongan yang lain, dan lain sebagainya. “dan janganlah engkau patuhi orang – orang yang suka bersumpah dan suka menghina , suka mencela, yang kian kemari menyebarkan fitnah.” ( QS. Al Qalam : 10- 11) Dampak negatif namimah
Adapun beberapa akibat negatif yang ditimbulkan dari sifat namimah antara lain sebagai berikut :
a. Dapat merusak hubungan baik antar sesama manusia
b.Orang yang memiliki sifat namimah akan dikucikan darii kehidupan masyarakat,
dan diperlakukan buruk lainnya.
c. Orang yang memiliki sifat namimah akan mendapat siksa kubur. Rasulullah saw
bersabda : “Sesungguhnya Rasulullah Saw melewati dua kuburan, lalu Rasulullah bersabda penghuni kedua kuburan ini telah disiksa bukan karena melakukan dosa besar. Yang satu tidak membersihkan kencing dan yang lain berjalan untuk mengadu domba.”( H.R. Asy- Syakhani )

d. Mendapat siksa dari kubur
Rasulullah SAW bersabda: “ Dan Abu Darda berkata : “Rasulullah bersabda : setiap orang yang menyebarkan pada seseorang dengan kalimat untuk melakukan di dunia, maka baginya atas Allah siksa yang menghancurkan di neraka pada hari kiamat.” ( HR. At. Tabaini ) Cara menghindari perbuatan namimah
a. menyadari bahwa perbuatan tersebut dibenci oleh Allah SWT, dan orang melakukannya akan mendapat siksa yang pedih, baik dilam kubur maupun di akhirat.
b. Menyadari bahwa sesama muslim adalah saudara yang harus saling menolong, bukan saling bermusuhan.
c. Memahami bahwa perpecahan akan berakibat sangat merugikan bagai semua elemen masyarakat.
d. Menumbuhkan dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. + + Iman = Terima kasih
See the full transcript