Prezi

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in the manual

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Memahami dan mengerti tanggung jawab auditor & tujuan audit

No description
by Patrick Kevin Aritonang on 28 September 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Memahami dan mengerti tanggung jawab auditor & tujuan audit

Kevin - Ika - Susan - Oki Memahami dan Mengerti Tanggung Jawab Auditor dan Tujuan Audit Analisa Fundamental Laporan Keuangan yang diaudit Susana Maya Saputri Tanggung Jawab Auditor Okky Anshori Standard Auditing Mengetahui Siklus AKuntansi Tujuan Khusus Memahami Asersi Manajemen Tujuan Umum Memahami tanggung Jawab Auditor It requires the CEO and the CFO of public
companies to certify the quarterly and annual
financial statements submitted to the SEC. The Sarbanes-Oxley Act increases management’s
responsibility for the financial statements. Management is responsible for the financial
statements and for internal control. Management’s Responsibilities Distinguish management’s
responsibility for the financial
statements and internal control
from the auditor’s responsibility
for verifying the financial
statements and effectiveness
of internal control. Learning Objective 2 Patrick Kevin Aritonang Inventory and
warehousing
cycle Payroll and
personnel
cycle Acquisition
and payment
cycle Sales and
collection
cycle Capital acquisition
and repayment cycle General
cash Relationships Among Transaction Cycles Journals General
journal Cash
disbursements
journal Payroll
journal Transactions Financial
statements General ledger
trial balance General ledger
and subsidiary
records Ledgers,
Trial Balance,
and Financial
Statements Payroll
services and
disbursements Cash
disbursements Allocation
and
adjustments Transaction Flow Example Journals General
journal Cash
disbursements
journal Payroll
journal Transactions Financial
statements General ledger
trial balance General ledger
and subsidiary
records Ledgers,
Trial Balance,
and Financial
Statements Payroll
services and
disbursements Cash
disbursements Allocation
and
adjustments Transaction Flow Example Rights and
obligations Cutoff Classification and
understandability Classification Accuracy and
valuation Valuation and
allocation Accuracy Completeness Completeness Completeness Occurrence and rights
and obligations Existence Occurrence Assertions About
Presentation and Disclosure Assertions About
Account Balances Assertions About Classes
of Transactions and Events Management Assertions for
Each Category of Assertions Rights and
obligations Cutoff Classification and
understandability Classification Accuracy and
valuation Valuation and
allocation Accuracy Completeness Completeness Completeness Occurrence and rights
and obligations Existence Occurrence Assertions About
Presentation and Disclosure Assertions About
Account Balances Assertions About Classes
of Transactions and Events Management Assertions for
Each Category of Assertions Journals Acquisitions
journal Sales
journal Cash receipts
journal Transactions Cash
receipts Sales Acquisition
of goods
and services Financial
statements General ledger
trial balance General ledger
and subsidiary
records Ledgers,
Trial Balance,
and Financial
Statements Transaction Flow Example Journals General
journal Cash
disbursements
journal Payroll
journal Transactions Financial
statements General ledger
trial balance General ledger
and subsidiary
records Ledgers,
Trial Balance,
and Financial
Statements Payroll
services and
disbursements Cash
disbursements Allocation
and
adjustments Transaction Flow Example Auditor memiliki tanggung jawab untuk merencanakan dan menjalankan audit untuk memperoleh keyakinan yang memadai mengenai apakah laporan keuangan telah bebas dari salah saji material, yang disebabkan oleh kesalahan ataupun kecurangan “ Menemukan kesalahan saji material ” Dalam mendeteksi kesalahan saji material

Dalam mendeteksi kecurangan material

Dalam membongkar tindakan illegal Menurut Soedarjono dan Sarsiti (2003) Tanggung jawab auditor ada 6 yaitu :
Tangung jawab terhadap Opini yang diberikan,sedangkan laporan keuangan merupakan tanggung jawab managemen.
Tanggung jawab terhadap Profesi mengenai mematuhi standart/ketentuan yang telah disepakati IAI,
Tanggung jawab terhadap klien yang melaksanakan pekerjaan secara seksama dan kemahiran.
Tanggung jawab terhadap pihak ketiga seperti investor, pemberi kredit, dan sebagainya.
Tanggung jawab untuk menggungkapkan kecurangan, dan
Tanggung jawab terhadap pihak ke tiga atas kecurangan yang tidak ditemukan. Standar auditing merupakan pedoman bagi auditor dalam menjalankan tanggungjawab profesionalnya. Standar-standar ini merupakan dan meliputi pertimbangan mengenai kualitas professional mereka seperti keahlian dan independensi, persyaratan dan pelaporan serta bahan bukti. Standar auditing adalah pengukur kualitas dan tujuan, sehingga jarang berubah, sedangkan prosedur audit adalah metode-metode atau tenik-teknik rinci untuk melaksanakan standar, sehingga prosedur akan dapat berubah-ubah bila lingkungan auditnya berubah. Standar Auditing Standar-standar ini tidak cukup spesifik untuk dapat dipakai sebagai pedoman kerja oleh auditor tetapi menggambarkan suatu kerangka (framework) sebagai landasan interpretasi oleh AICPA atau IAI. Ke 10 standar tersebut adalah :

Standar Umum :
Audit harus dilaksanakan oleh seseorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup sebagai auditor.
Dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.
Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalisnya dalam cermat dan seksama. Standar Pekerjaan Lapangan :

Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan , asisten harus disupervisi dengan semestinya.

Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang harus dilakukan.

Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. Standar Pelaporan :

Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Laporan audit harus menunjukkan keadaan yang didalamnya prinsip akuntansi tidak secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dalam hubungannya dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam periode sebelumnya.
Pengungkapan informative dalam laporan keuangan harus dipandang memadai kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit.
Laporan audit harus memuat suatu pendapat mengenai laporan keuangan secara menyeluruh atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diterima. Standar-standar tersebut di atas dalam banyak hal saling berhubungan dan saling bergantung satu dengan lainnya. Keadaan yang berhubungan erat dengan penentuan dipenuhi atau tidaknya suatu standar, dapat berlaku juga untuk standar yang lain. "Materialitas" dan "risiko audit" melandasi penerapan semua standar auditing, terutama standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. Pertimbangan atas risiko audit berkaitan erat dengan sifat audit. Transaksi kas umumnya lebih rentan terhadap kecurangan jika dibandingkan dengan transaksi sediaan, sehingga audit atas kas harus dilaksanakan secara lebih konklusif, tanpa harus menyebabkan penggunaan waktu yang lebih lama. Konsep "materialitas" bersifat bawaan dalam pekerjaan auditor independen. Dasar yang lebih kuat harus dicari sebagai landasan pendapat auditor independen atas unsur-unsur yang secara relatif lebih penting dan unsur-unsur yang mempunyai kemungkinan besar salah saji material. Tujuan Pengauditan Laporan Keuangan Kelengkapan Jasa Assurance Ika Novia Sari Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan kualitas informasi bagi para pengambil keputusan. Jasa semacam ini dianggap penting karena penyedia jasa assurance bersifat independen dan dianggap tidak bias berkenaan dengan informasi yang diperiksa. Individu-individu yang bertanggung jawab membuat keputusan bisnis memerlukan jasa assurance untuk membantu meningkatkan keandalan dan relevansi informasi yang digunakan sebagai dasar keputusannya. Kelengkapan Jasa Assurance Salah satu kategori jasa assurance yang diberikan oleh akuntan publik adalah jasa atestasi. Jasa atestasi (attestation service) adalah jenis jasa assurance di mana KAP mengeluarkan laporan tentang reliabilitas suatu asersi yang disiapkan pihak lain. Jasa atestasi dibagi menjadi lima kategori, yaitu:

Audit atas laporan keuangan historis.
Atestasi mengenai pengendalian internal atas pelaporan keuangan.
Telaah (review) laporan keuangan historis.
Jasa atestasi mengenai teknologi informasi.
Jasa atestasi lain yang dapat diterapkan pada berbagai permasalahan. Jasa Atestasi Jasa assurance ini berbeda dengan jasa atestasi, karena akuntan publik tidak diharuskan mengeluarkan laporan tertulis dan kepastian itu tidak harus mengenai reabilitas asersi pihak lain tentang ketaan pada kriteria tertentu. Jasa assurance lain ini berfokus pada peningkatan mutu informasi bagi pengambilan keputusan. Jasa Assurance Lainnya KAP melakukan berbagai jasa lain yang umumnya berada di luar lingkup jasa assurance. Tiga contoh yang spesifik adalah :

Jasa Akuntansi dan Pembukuan.
Jasa Pajak.
Jasa Konsultasi Manajemen. Jasa Non-Assurance Yang Diberikan Akuntan Publik
See the full transcript